Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Penyebab, Diagnosis dan Penanganan Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian.

Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat (gout/pirai) dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Penyebab penyakit asam urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.

Seseorang yang suka mengonsumsi makanan dengan kandungan asam urat tinggi (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik.

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

Diagnosis penyakit asam urat

Temuilah dokter jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal-kristal natrium urat pada persendian. Hal ini perlu dilakukan karena ada jenis penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala menyerupai penyakit asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah juga biasanya dilakukan.

Sebelum melakukan tes, biasanya pertama-tama dokter akan bertanya mengenai:
• Lokasi sendi yang terasa sakit.
• Seberapa sering Anda mengalami gejala dan seberapa cepat gejala tersebut muncul.
• Obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi.
• Riwayat penyakit asam urat di keluarga Anda.

Penanganan penyakit asam urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.
Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.
Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol).

Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kambuh.

Komplikasi penyakit asam urat
Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:
• Munculnya benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang.
• Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung dan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus penyakit asam urat yang diabaikan selama bertahun-tahun.
• Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

Produk nutrisi yang disarankan untuk membantu penanganan asam urat adalah :
a. Biocell: Dapat menurunkan Kolesterol Darah.
b. ABG (Algae Merah): Dapat menghambat terbentuknya asam urat didalam tubuh dengan menekan terbentuknya Enzym Xanthin Oxidase.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Jenis, Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga peranannya sangat penting bagi kita.

Kinerja kelenjar tiroid dikendalikan oleh otak. Ketika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan hormon tiroid, otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikan kinerjanya agar kadar hormon tersebut kembali seimbang.

Penyebab Penyakit Tiroid

Jenis utama penyakit tiroid adalah kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah dalam tubuh kita. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang meliputi:
• Masalah pada kelenjar pituari di otak.
• Kelenjar tiroid yang rusak misalnya karena pajanan radiasi.
• Pengaruh obat litium.
• Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.
Jenis-jenis Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.
Hipertiroidisme
Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, Anda bisa mengalami kelenjar tiroid overaktif atau hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok
Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Nodul tiroid
Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun jika nodul yang tumbuh cukup besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan rasa sakit pada tenggorokan.

Jika ada gejala-gejala tersebut yang Anda rasakan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penanganan dapat segera dilakukan.

Diagnosis Penyakit Tiroid

Proses diagnosis penyakit ini membutuhkan beberapa langkah pemeriksaan yang mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif, serta biopsi melalui aspirasi jarum halus.

Tes darah yang dianjurkan adalah evaluasi fungsi kelenjar tiroid. Tes ini berfungsi untuk mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) untuk menentukan kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme yang dialami pasien.
Melalui USG dan pemindaian isotop radioaktif, dokter akan mendeteksi ukuran serta jenis benjolan yang dialami pasien. Sementara biopsi melalui aspirasi jarum halus akan memungkinkan dokter untuk mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan.

Pengobatan Penyakit Tiroid

Setelah Anda positif didiagnosis mengidap penyakit tiroid, dokter akan menganjurkan langkah pengobatan yang bisa Anda jalani. Penentuan langkah ini tergantung pada jenis penyakit tiroid yang Anda derita, usia, serta kondisi kesehatan Anda.

Terdapat dua cara yang biasanya diberikan untuk menangani penyakit tiroid. Langkah ini meliputi pemberian obat-obatan, terapi radioaktif dan/atau prosedur operasi.
Obat-obatan yang diberikan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit tiroid yang dialami.

Fungsi obat-obatan dan terapi tersebut umumnya meliputi:
• Menggantikan hormon tiroid dalam tubuh.
• Menurunkan produksi hormon tiroid dalam tubuh.
• Menghancurkan sel-sel tiroid.
Di samping itu, gejala-gejala hipertiroidisme (seperti detak jantung yang meningkat) juga akan ditangani dengan obat-obatan lain.

Jika dokter menganjurkan operasi, jenis operasi yang akan dijalani pasien umumnya adalah proses pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Prosedur ini bisa dilakukan untuk menangani kelenjar tiroid yang bengkak atau benjolan yang ada di dalamnya.
Sebagian besar penyakit tiroid tidak membahayakan penderitanya dan dapat dikendalikan melalui penanganan medis.

Tetapi jika dibiarkan, ada yang dapat
berkembang menjadi kanker tiroid yang harus ditangani secepat mungkin dan dengan saksama.

Produk Nutrisi yang disarankan untuk membantu pengobatan penyakit tiroid adalah :
a. Propolis: Mengandung Flavonoid yang berguna untuk menghentikan pembesaran Gondok (Anti-Inflamasi).
b. Glucogen: Mengandung Glutathione yang berguna untuk menghentikan reaksi radikal bebas.
c. Biocell: Mengandung HGH yang merupakan booster yang dapat meregulasi siklus hormon.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com


Minggu, 11 Desember 2016

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Sakit Maag


Sakit maag (indigestion) adalah istilah yang menggambarkan nyeri yang berasal dari lambung, usus halus, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain sakit maag adalah dispepsia.

Sakit maag bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres.

Meskipun sebagian besar sakit maag bisa ditangani tanpa perlu berkonsultasi kepada dokter, namun pemeriksaan dokter medis tetap perlu dilakukan jika sakit maag disertai dengan Anda menjadi sering muntah, Anda menjadi sulit menelan dan mengalami penurunan berat badan, serta jika Anda dan telah menginjak berusia 55 tahun ke atas.

Gejala Sakit Maag
Selain nyeri pada perut bagian atas (area antara pusar dan bawah tulang dada), gejala sakit maag bisa berupa:
• Rasa panas pada perut bagian atas
• Cepat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
• Mual
• Kembung pada perut bagian atas
• Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
• Sering bersen­dawa
• Muntah
• Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada (kadang-kadang terasa sampai punggung dan leher) yang muncul ketika atau setelah makan.

Sakit maag yang disertai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, adalah kasus sakit maag yang seringkali terjadi.

Bagi penderita sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk jika dirinya juga mengalami stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.

Penyebab Sakit Maag
Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit maag, di antaranya:
• Tukak lambung (luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung)
• Infeksi bakteri Helicobacter pylori
• Efek samping penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) dan obat golongan nitrat
• Masalah psikologi (misalnya cemas dan stres)
• Penyakit refluks gastroesofagus (pergerakan balik asam lambung menuju kerongkongan)
• Terlalu banyak makan
• Obesitas
• Makan terlalu cepat
• Mengonsumsi makanan berminyak, berlemak, dan pedas
• Merokok
• Terlalu banyak mengonsumsi kafein, soda, atau minuman beralkohol
• Terlalu banyak mengonsumsi cokelat
• Konstipasi

Selain kondisi-kondisi di atas, sakit maag juga bisa terjadi akibat komplikasi suatu penyakit. Contoh-contoh penyakit yang bisa menyebabkan sakit maag adalah penyakit batu empedu, radang pankreas (pankreatitis), penyakit iskemia usus (berkurangnya aliran darah di usus), penyumbatan usus, penyakit celiac, penyakit hernia hiatus (bagian lambung menonjol ke dalam diafragma), dan kanker lambung.

Pengobatan Sakit Maag
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit maag, di antaranya:
• Mengurangi atau menghentikan konsumsi zat kafein atau alkohol apabila sakit maag disebabkan oleh kedua zat tersebut.
• Menghindari makanan-makanan yang bisa memicu sakit maag atau membagi porsi makan ke dalam jadwal makan yang baru (misalnya sebelumnya Anda makan tiga kali sehari, namun masing-masing dalam porsi besar, Anda bisa mengubahnya menjadi empat atau lima kali sehari dengan porsi masing-masing yang lebih sedikit).
• Tidak membiarkan diri dikuasai oleh rasa cemas dan mengendalikan stres. Apabila Anda tidak mampu melakukannya, minta bantuan psikiater. Teknik relaksasi atau terapi perilaku kognitif merupakan contoh pengobatan yang mungkin disarankan.
• Menghentikan konsumsi ibuprofen atau aspirin jika sakit maag disebabkan oleh obat-obat tersebut. Selanjutnya, konsultasikan kepada dokter untuk menentukan obat pengganti.

Produk yang disarankan :
a. Propolis: Mempunyai flavonoid yang berfungsi sebagai Anti-Infeksi dan Inflamasi.
b. Glucogen: Sebagai anti oksidan untuk mengeliminasi penyebab lainnya yang bisa memicu maag.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Cara Pengobatan Kista dan Miom


Penyakit kista dan miom saat ini lebih mudah dideteksi karena tehknologi kedokteran sudah sangat canggih. Salah satunya yang sering digunakan untuk memeriksa kista maupun miom adalah USG.

Menggunakan USG untuk memeriksa kondisi rahim akan menunjukkan keberadaan serta ukuran kista dan miom bahkan dengan hasil yang akhurat. Kemajuan teknologi ini cukup membantu mendeteksi bebagai kelainan di organ reproduksi wanita.

Banyak yang beranggapan bahwa kista dan miom adalah sama, padahal keduanya sangat berbeda, perbedaan yang paling utama antara kista dan miom adalah seperti berikut ini:
• Kista merupakan sejenis tumor jinak yang berisi cairan atau jaringan tubuh seperti tulang lemak, gigi dan rambut, yang terbungkus sebuah jaringan.
• Miom sering disebut sebagai daging tumbuh yang sebetulnya adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak.

Ukuran besar kista dan miom bervariasi, mulai dari beberapa gram hingga dapat mencapai 5 Kg.
Pada wanita yang berusia di atas 30 tahun, kedua penyakit ini rentan menyerang.
Perbedaan Penyakit Kista Dan Miom

Organ yang sangat kompleks salah satunya adalah organ reproduksi wanita. Sering sekali ditemui kelainan di dalam organ dalam tersebut seperti adanya tumor, kista dan miom. Jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di dalam oragan reproduksi wanita saat ini adalah kista dan miom.

Perbedaan kista dan miom serta cara mengobatinya, kista dan miom keduanya sama sama merupakan tumor jinak, bedanya jika kista berisi cairan sementara miom adalah daging yang tumbuh. Bagaimana kista bisa muncul para dokter belum mengetahuinya, meskipun diduga karena faktor adanya zat kimia yang mengandap di dalam tubuh, sementara faktor hormonal dan gaya hidup yang menjadi penyebab munculnya miom.

Dalam khasus yang ringan penyakit kista dan miom tidak disertai dengan keluhan yang berarti, sehingga banyak sekali wanita yang kurang menyadari munculnya kelainan ini. Hal ini yang terkadang membuat penanganna dokter sering terlambat, dikarenakn penyakit ini terlanjur sudah diderita dalam kondisi lanjut.
Di samping itu, dikarenakan kedua ganggguan kelainan kista dan miom memang menunjukkan gejala yang hampir sama banyak wanita tidak mengetahui perbedaan kedua penyakit tersebut. Umumnya diagnose dketahui setelah melalui pemeriksan USG.

Keluhan Sama, Penyebab Penyakit Beda
Penderita kista terkadang tidak merasakan apapun. Namun jika terjadi suatu keluhan, maka keluahan yang dirasakan anatara kista dan miom hampir sama seperti:
• Di perut bagian bawah terasa nyeri.
• Nyeri saat haid.
• Nyeri saat berhubungan seksual.
• Sering buang air.
• Penderita akan merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah, jika kista yang ada di rahim memiliki ukuran yang besar.

Faktor hormonal adalah pemicu dari penyakit miom, stress dan gaya hidup yang kurang sehat. Selama wanita masih dalam kondisi produktif, ukuran miom akan terus bertambah. Jika terjadi kehamilan miom ini akan semakin berkembang. Namun pada saat usia menopause, miom dapat mengecil seiring dengan turunnya kadar hormone estrogen pada wanita.

Penyebab terjadinya kista, para ahli belum mengetahuinya secara pasti. Namun banyak ahli kedokteran menduga, kista dipicu oleh faktor keturunan dan paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Cara pengobatan kista dan miom :
Kista biasanya tumbuh di saluran telur, tuba falopi, vagina hingga vulva dan tumbuh terpisah dari jaringan normal di dalam rahim. Sehingga membuat kista relatif tidak membahayakan dan lebih mudah ditangani.
Ahli kedokteran membagi kista menjadi dua macam, yaitu neoplastik yang umumnya harus diangkat melalui operasi.Dan non-neoplastik yang biasanya akan mengecil sendiri dalam waktu 2 hingga 3 bulan.

Jika miom tumbuh di dinding uterus, maka tidak menimbulkan keluhan yang berarti dan tidak mengganggu kehamilan. Namun apabila di leher uterus miom tumbuh? Maka akan menganggu terjadinya pembuahan yang menyebabkan kemandulan.

Ada tiga cara pengobatan miom, yaitu:
• Untuk mencegah berkembangnya miom, maka pengobatan akan dilakukan dengan terapi hormone.
• Dengan menggunakan metode herbal, dimana penyembuhan akan memerlukan waktu yang lebih lama. Obat obatan herbal yang digunakan berasal dari tumbuh tumbuhan yang sudah diteliti akan khasiatnya dalam mengobati penyakit miom tersebut.
• Operasi pengangkatan miom / miomektomi. Operasi miom pada beberapa khasus bahkan harus disertai dengan pengangkatan rahim, karena miom dianggan sudah sangat mengancam nyawa penderita. Apabila ditemukan adanya kontra indikasi lain pasca operasi, maka diperlukan penyinaran dengan sinar X (radioterapi) untuk menghilangkan fungsi ovarium.

Untuk itu sebaiknya mencegah dan mengetahui sedini mungkin apakah mempunyai gangguan penyakit miom atau kista dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dimana pemeriksaan terhadap organ reproduksi wanita ini memang sangat penting, agar dapat mencegah terjadinya kelainan yang lebih lanjut.

Produk yang dianjurkan :
a. Gluco+2: Mengandung Glutathione untuk menteraturkan kembali siklus hormon dan membuang radikal bebas yang membuat siklus hormon tersebut menjadi kacau.
b. Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Tumor.
c. Biocell: Yaitu HGH sebagai booster yang akan menteraturkan siklus hormon dari pusat pengaturan hormon di otak.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Sabtu, 10 Desember 2016

Tips Agar Wanita Tidak Mengalami Menopause Dini

Menopause adalah masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita untuk selama-lamanya. Biasanya menopause dialami oleh mereka yang berusia sekitar 50 tahun, walaupun tidak setiap wanita mengalaminya pada usia yang persis sama. Menopause terjadi karena adanya perubahan kadar hormon reproduksi. 

Menjelang akhir usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun lalu akhirnya berhenti memproduksi hormon tersebut. Walaupun menopause biasa dialami oleh mereka yang sudah berusia 50 tahun, ada juga wanita yang mengalaminya pada saat usia 40 tahunan bahkan kurang.

Menopause dini bisa terjadi pada satu diantara seratus wanita. Hal ini diakibatkan karena ada gangguan yang terjadi pada ovarium sehingga tidak lagi menghasilkan hormon-hormon reproduksi dalam jumlah normal. Gangguan ini diduga karena adanya kelainan genetika atau penyakit autoimun.

Selain itu, menopause dini bisa diakibatkan oleh dampak tindakan medis berupa operasi pengangkatan rahim atau ovarium, kemoterapi dan radioterapi (menopause kemungkinan hanya bersifat sementara), infeksi virus (misalnya: malaria, varisela, tuberkulosis), hipotiroidisme (kondisi terlalu banyaknya hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam tubuh), sindrom Down (gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu), serta penyakit Addison (diakibatkan oleh berkurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal).

Setiap wanita tidak mengalami menopause pada waktu yang sama, demikian pula dengan proses menopause. Wanita A belum tentu mengalami gejala menopause seperti wanita B. Namun pada umumnya proses menopause ditandai dengan menstruasi yang berakhir secara bertahap, kemudian frekuensi dan interval menstruasi akan semakin jarang sebelum akhirnya berhenti total. Walaupun demikian, bukan berarti seorang wanita tidak bisa menopause dengan siklus menstruasi yang berakhir secara mendadak.

Sebelum menopause, ada gejala-gejala yang biasa timbul baik itu fisik maupun mental. Diantaranya adalah:
1. Adanya perubahan siklus menstruasi dan volume pendarahan (menjadi lebih sedikit atau justru lebih banyak).
2. Terus merasakan sensasi kepanasan, mengeluarkan keringat (bahkan pada malam hari), dan jantung berdebar.
3. Keinginan untuk berhubungan dengan suami mengalami penurunan.
4. Kering pada organ kewanitaan.
5. Mengalami gangguan tidur yang berujung pada kesulitan saat berkonsentrasi.
6. Emosi menjadi tidak stabil (mood swing)
7. Mudah merasa depresi.
8. Merasa sakit kepala.
9. Rambut rontok dan kulit kering.
10. Rentan terhadap infeksi saluran kemih.

Supaya Anda tidak mengalami menopause dini, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut:
1. Menghindari makanan yang instan.
2. Menerapkan pola hidup sehat.
3. Olahraga teratur.
4. Mengonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen.
5. Banyak makan buah dan sayur.
6. Menggunakan pembalut herbal saat menstruasi.

Gunakan pembalut herbal yang aman digunakan, bisa membantu menjaga organ kewanitaan dan reproduksi sehingga tidak mudah terserang penyakit yang menyebabkan Anda harus mengalami menopause dini. Pembalut herbal itu adalah pembalut herbal Moment Softly.

Pembalut Moment Softly terbuat dari bahan-bahan alami, bebas pemutih dan dioksin, Moment Softly memang diciptakan untuk menjawab kebutuhan wanita terhadap produk pembalut yang berkualitas, aman, dan nyaman saat dipakai.

Selasa, 29 November 2016

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Varises

Varises terjadi ketika Katup Vena melemah atau rusak dan Dinding Vena menjadi renggang. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Umur, Kehamilan, Genetika, Kebiasaan berdiri terlalu lama, Obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki.

Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Ketika mendengar istilah “varises” saya yakin banyak yang membayangkan suatu bentuk kelainan pembuluh darah yang ada pada kaki atau tungkai bawah, di mana pembuluh darah tampak berkelok-kelok atau mungkin berbonjol-bojol.

Memang ini tidak salah, namun tahukah Anda bahwa varises merupakan istilah umum dan itu tidak hanya terjadi pada vena kaki.

Langkah awal untuk memahami apa itu penyakit varises, mari kita mulai dengan pengertian varises. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu struktur normal pembuluh darah vena.
Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki.

Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:
• Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan.
• Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
• Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.

Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Lalu apa yang terjadi pada varises?
Pengertian varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Penyebab Varises
Untuk dapat memahami penyebab varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme terjadinya varises. Awal mula terjadinya varises diperkirakan bahwa dinding pembuluh darah menjadi lemah pada beberapa bagian. Bagian ini kemudian melebar dan menjadi lebih menonjol.

Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik. Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Darah kemudian mengumpul pada vena membesar dan membuatnya menonjol.

Varises lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Sebagian besar orang dengan varises tidak memiliki penyakit yang mendasari dan bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab varises adalah sebagai berikut:
• Kehamilan. Rahim yang membesar dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pembuluh darah sehingga aliran balik ke jantung dapat terhambat. Di samping itu, varises pada kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh hormon cenderung berefek melemaskan dinding vena.
• Umur. Varises lebih sering pada usia dewasa dan semakin meingkat risiko seiring dengan bertabahnya usia.
• Berat badan Berlebih.
• Banyak Berdiri. Pekerjaan atau aktifitas dengan banyak berdiri sering dianggap bisa menjadi penyebab varises. Namun, baru sedikit bukti ilmiah yang mendukung hal ini.
Kadang-kadang penyakit tertentu dapat menyebabkan varises seperti:
• Bekuan darah sebelumnya (trombosis) atau cedera dalam vena kaki yang dalam.
• Pembengkakan atau tumor di panggul (bagian bawah perut) yang menghambat aliran darah dari kaki ke atas.
• Abnormalitas pembuluh darah, suatu kondisi pembuluh darah atau arteri yang tidak terbentuk sempurna.

Gejala dan Ciri-Ciri Varises
Seperti telah disinggung sebelumnya varises yang merupakan pembengkakan dan membesarnya pembuluh darah, memiliki ciri-ciri biasanya terlihat biru atau ungu tua paling sering terjadi pada kaki. Terkadang terlihat menggerombol, berbonjol-bonjol dan terlihat berkelok-kelok.

Gejala varises yang biasanya di rasakan antara lain:
Selain tidak sedap dipandang, varises umumnya terasa sakit dan menyebabkan sensasi kelelahan pada kaki. Namun, banyak orang, bahkan beberapa dengan varises yang sangat besar, tidak mengalami rasa sakit. Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai hangat setelah seseorang telah mengenakan kaus kaki atau stocking. Gatal dapat merangsang garukan dan dapat menyebabkan kemerahan atau ruam, yang sering salah dikaitkan dengan kulit kering. Rasa sakit kadang-kadang lebih buruk ketika varises semakin berkembang.

Hanya sebagian kecil orang dengan varises memiliki komplikasi, seperti dermatitis, peradangan pembuluh darah vena (flebitis), atau perdarahan. Dermatitis menyebabkan perubahan pada kulit yang menjadi merah, menebal, gatal gatal atau kecoklatan.

Menggaruk atau cedera ringan, dapat menyebabkan pendarahan atau pengembangan ulkus (borok) yang menyakitkan yang tidak sembuh-sembuh. Ulkus juga bisa berdarah. Flebitis dapat terjadi secara spontan atau akibat cedera.

Pengobatan Varises
Bagi sebagian besar kasus, varises tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Memang penampilannya tidak menyenangkan, tetapi itu tidak mempengaruhi sirkulasi ataupun menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan kebanyakan varises tidak memerlukan pengobatan apapun.
Jika pengobatan diperlukan, dokter terlebih dahulu akan merekomendasikan pengobatan sederhana berupa penggunaan stoking kompresi selama enam bulan, melakukan olah raga teratur dan mengangkat atau meninggikan tungkai yang terkena ketika beristirahat.

Jika sudah demikian, namun varises masih menyebabkan sakit atau ketidaknyamanan atau menyebabkan komplikasi, maka dapat diobati dengan beberapa cara sebagai berikut.
• Ablasi endothermal – menutup pembuluh darah dengan pemanasan (heat).
• Sclerotherapy – menggunakan busa khusus untuk menutup pembuluh darah
• Ligasi dan stripping – operasi atau pembedahan untuk mengangkat vena yang terkena.

Pencegahan
Varises adalah penyakit yang dapat dicegah. Cara mencegah varises di bawah ini bertujuan untuk menghindari munculnya varises atau mengurangi varises yang sudah terlanjur ada, berikut caranya:
• Jangan berdiri atau duduk diam dalam waktu yang lama, tapi cobalah bergerak setiap 30 menit.
• Istirahat secara teratur sepanjang hari, tinggikan kaki dengan menopangnya dengan bantal atau lainnya saat beristirahat, sedemikian rupa sehingga kaki lebih tinggi dari dada.
• Berolahraga secara teratur – ini dapat meningkatkan sirkulasi darahdan membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Produk yang dianjurkan:
a. Propolis: Untuk memperbaiki situasi dan keadaan kesehatan pembuluh darah.
b. Natto/ Hastaxhantin: Untuk meluruhkan sumbatan atauThrombus pada pembuluh darah.
c. Glucogen: Untuk menetralisasi radikal bebas pencetus timbulnya sumbatan yang ada.

Peluang Bisnis Online

Like This