Tampilkan postingan dengan label penyebab obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyebab obesitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

Penyebab dan Cara Penanganan Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan yang dapat ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas merupakan penyebab utama penyakit dapat dicegah dan penyebab kematian di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang kelebihan berat badan di negara-negara industri telah meningkat secara signifikan; meningkat begitu banyak sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa obesitas sebagai epidemi.

Di Amerika Serikat, 69% dari populasi orang dewasa kelebihan berat badan atau obesitas. Di Kanada, data yang dilaporkan sendiri menunjukkan bahwa 40% pria dan 27% wanita kelebihan berat badan, dan 20% pria dan 17% wanita mengalami obesitas. Sedangkan di Indonesia sendiri, sebanyak 40 juta orang dewasa mengalami kegemukan, dan Indonesia masuk ke peringkat 10 daftar negara-negara dengan tingkat obesitas terbanyak di dunia.

Orang yang mengalami obesitas berada pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit yang serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, penyakit kandung empedu, dan kanker. Risiko pada orang yang mengalami obesias lebih tinggi dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sehat dan normal.

Obesitas ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun tidak secara langsung mampu mengukur kadar lemak dalam tubuh. Cara perhitungan IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. IMT yang sehat adalah yang dalam rentang 18,5–24,9 kg/m2. IMT yang berada di angka 25–29,9 disebut sebagai “overweight”, 30–34,9 disebut “obesitas kelas I”, 35,0–39,9 disebut “obesitas kelas II”, dan di atas 40 disebut “obesitas kelas III”.

Penyebab
Obesitas terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori. Di masa lalu, banyak orang berpikir bahwa obesitas itu hanya disebabkan oleh makan berlebihan dan kurangnya berolahraga, karena kurangnya kemauan dan kontrol diri. Meskipun hal tersebut juga berkontribusi dalam menyebabkan obesitas, para ahli mengakui bahwa obesitas merupakan masalah medis yang kompleks yang melibatkan faktor genetik (keturunan), lingkungan, perilaku, dan sosial. Semua faktor ini berperan dalam menentukan berat badan seseorang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor genetik (keturunan) tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Untuk orang yang secara genetik rentan terhadap kenaikan berat badan (misalnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah) risiko menjadi obesitas tinggi.

Meskipun genetik seseorang dapat menyebabkan obesitas, itu bukan penyebab utama. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih besar – mengkonsumsi kalori dari makanan tinggi lemak dan melakukan aktivitas fisik sedikit atau tidak setiap hari berolaharaga dalam jangka panjang akan menyebabkan penambahan berat badan. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas. Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Gejala Obesitas dan Komplikasi dari Obesitas
Risiko kesehatan yang terkait dengan obesitas meliputi:
• Gangguan pernapasan (seperti sleep apnea/ henti napas ketika tidur, penyakit paru obstruktif kronis/ PPOK)
• Tipe kanker tertentu (seperti kanker prostat dan usus pada pria, dan kanker payudara dan kanker rahim pada wanita)
• Penyakit jantung koroner
• Depresi
• Diabetes
• Penyakit hepar atau kelenjar empedu
• Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Penyakit pada sendi (misal osteoartritis) karena tumpuan tubuh membawa berat badan yang berlebih
• Stroke
Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki gejala kondisi medis yang disebutkan di atas. Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, masalah pernapasan, dan nyeri sendi (di lutut atau punggung bawah) seringkali terjadi. Semakin gemuk seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah medis yang terkait dengan obesitas. Selain itu, orang gemuk cenderung malas untuk beraktivitas karena beratnya bobot tubuh sehingga orang gemuk cenderung mudah mengantuk karena lambatnya metabolisme tubuhnya.

Dokter juga akan menggunakan pengukuran lainnya seperti ukuran pinggang untuk mengevaluasi risiko kesehatan terkait dengan lemak perut. Ketika IMT dan ukuran pinggang mengindikasikan suatu masalah kesehatan, akan ada pemeriksaan tambahan yang disarankan oleh dokter seperti pemeriksaan EKG, cek darah untuk mengetahui kondisi kolesterol, asam urat, dan sebagainya.

Penanganan Obesitas
Obesitas dapat diatasi dengan:
• Mengubah gaya hidup: perbanyak olahraga, ubah pola makan yang tadinya mungkin banyak makanan berlemak (seperti gorengan, jeroan) kini diperbanyak dengan buah-buahan
• Hindari konsumsi alkohol
• Jangan terlalu keras pada diri sendiri sampai tidak mau makan, ini bukan suatu metode yang tepat. Tetap makan, namun ganti menunya menjadi menu sehat.
• Obat diet yang diresepkan dokter. Jangan coba-coba meminum obat diet tanpa resep dokter, karena ditakutkan akan melukai lambung maupun usus, dan justru akan mengakibatkan metabolisme tubuh kacau.

Produk yang dianjurkan :
a. Sillhuette: Untuk mengurangi porsi makan dan menimbulkan rasa kenyang.
b. Biocell: Untuk meningkatkan pembakaran lemak yang menumpuk diluar sel.
c. ABG (Algae Merah): Agar inti sel bisa membuka mulut sel untuk menerima nutrisi yang disalurkan oleh insulin.



Informasi Produk dan Bisnis hubungi:


Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Kamis, 28 Januari 2016

Penyebab Obesitas Pada Anak dan Cara Mengatasinya



Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Anak-anak yang masih lugu tentu tidak memahami bahaya ini. Maka, merupakan tanggung jawab orang-tua menjaga agar anak mereka tetap sehat. Orang-tua harus mengetahui apa penyebab obesitas dan bagaimana cara mencegah atau mengatasi masalah obesitas anak.

Akibat Obesitas

Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat obesitas adalah diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung. Penyakit-penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami pada anak akibat timbunan lemak, kolesterol dan gula yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pernapasan atau asma berisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas.

Selain itu, anak-anak dengan kelebihan berat badan atau kegemukan juga dapat mengalami kesulitan bergerak dan terganggu pertumbuhannya karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Belum lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah.

Penyebab Obesitas

Faktor genetik

Merupakan faktor keturunan dari orang-tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.

Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan

Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Orang-tua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka, walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Makanan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering disebut dengan istilah junk food atau makanan sampah. Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan manis menjadi hal yang patut diperhatikan.

Minuman ringan

Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

Kurangnya aktivitas fisik

Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

Cara Mengatasi Obesitas

Untuk Anda yang memiliki anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas, hendaknya tidak memaksakan diet ketat untuk anak karena hal ini dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatannya. Sebaliknya untuk mengatasi obesitas anak atau mencegah anak Anda agar tidak mengalami obesitas, langkah-langkah yang dapat Anda lakukan antara lain sebagai berikut.

Perhatikan makanan yang akan diberikan untuk anak

Kurangi mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food, makanan ringan dalam kemasan, minuman ringan, cemilan manis atau makanan dengan kandungan lemak tinggi. Sebaliknya, sajikan daging dan sayuran segar. Perbanyak konsumsi buah dan susu yang baik untuk pertumbuhan anak. Berikan porsi yang sesuai dan jangan terlalu berlebihan.

Berikan sarapan dan bekal untuk anak

Sarapan merupakan awal baik untuk anak saat memulai harinya. Ini diperlukan agar anak dapat kuat saat beraktivitas di sekolah dan mencegah makan berlebihan setelahnya. Dengan membawa makanan dari rumah, orang-tua dapat mengontrol gizi anak dan menghindari agar anak tidak perlu jajan di luar.

Perbaiki teknik mengolah makanan

Jangan terlalu banyak menggoreng makanan agar tidak terlalu banyak lemak yang dikonsumsi. Anda dapat mencoba untuk mengukus, merebus atau memanggang makanan agar makanan lebih sehat.

Tetapkan aturan makan

Biasakan agar anak Anda makan di meja makan bukan di depan televisi atau komputer. Banyak orang akan tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah disantapnya bila dia makan sambil menikmati tayangan televisi atau di depan komputer.

Batasi kegiatan menonton televisi, video game atau penggunaan komputer

Melakukan kegiatan tersebut akan membuat anak Anda malas bergerak, maka diperlukan aturan tegas tentang berapa lama kegiatan ini boleh dilakukan. Selanjutnya, Anda dapat membantu anak Anda agar menyenangi hiburan lain seperti bersepeda, bermain bola atau sekedar lompat tali.

Lakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik

Anda dan anak-anak dapat merencanakan untuk melakukan kegiatan olahraga bersama seperti jogging, lari pagi, berenang, badminton atau olahraga lainnya. Atau rencanakan liburan bersama di pantai, kebun binatang atau taman sehingga Anda dan anak dapat lebih banyak berjalan kaki.

Anak yang gemuk memang lucu dan menggemaskan. Namun jagalah putra dan putri kesayangan kita agar mereka bertumbuh dengan sehat dan juga memiliki pola hidup dan pola makan yang sehat. Orang-tua bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Ingatlah bahwa obesitas atau kegemukan bukanlah hal yang bagus bagi seorang anak.
Peluang Bisnis Online

Like This