Tampilkan postingan dengan label mendidik anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mendidik anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2015

Solusi Membangun Pendidikan Anak dalam Keluarga di Era Global


Pendidikan menuntut terjadinya perubahan. Prinsip pendidikan yang selalu bergerak maju (progress) dihadapkan pada dinamika jaman global akan meniscayakan banyak hal, satu di antaranya pergeseran pola pendidikan anak dalam keluarga.

Setiap orangtua mengidamkan proses pendidikan anak berjalan tanpa kendala, sedang jaman seakan siap menggilas yang lengah akan keberadaannya, maka diperlukan solusi untuk membangun kembali pola pendidikan anak, antara lain:

1.  Melihat dan menyadari akan besarnya perubahan yang terjadi akibat dampak globalisasi yang semakin meningkat.

2.  Perhatian dan kasih sayang sebagai pengiring perkembangan kejiwaan dan pendidikan anak. 

3.  Orangtua menguasai wawasan pendidikan dan mengikuti perkembangan teknologi dengan memahami dampak dan manfaat.

4.  Menginternalisasikan nilai pendidikan kepada anak di tiap kesempatan.

5.  Selalu membimbing anak dalam pemakaian barang teknologi.

Selain beberapa solusi di atas, secara umum ada beberapa pola pendidikan yang dapat digunakan oleh setiap orangtua dalam mendidik anak-anaknya, yaitu:

1.  Pola pendidikan dengan keteladanan
Orangtua secara langsung akan menjadi suri teladan bagi anak-anaknya,  seperti kata cerdik pandai, satu teladan lebih berharga dari seribu nasihat.

2.  Pola pendidikan dengan pembiasaan
Pendidikan dengan pembiasaan melakukan perilaku terpuji diharapkan menjadikan anak cenderung kepada kebaikan dan dimulai di rumah. (Zakiah Daradjat, 1970: 62)

3.  Pola pendidikan dengan pemberian perhatian
Orangtua hendaklah memperhatikan perkembangan anak dalam pembinaan aqidah dan moral.

4.  Pola pendidikan dengan nasehat
Penanaman  pendidikan  dengan menyodorkan kata-kata yang baik, sehingga apa yang didengarnya masuk dalam hati dan diamalkannya.

5.  Pola pendidikan dengan pemberian hadiah
Hadiah berefek motivasi jika melakukan prestasi.

6.  Pola pendidikan dengan pemberian hukuman
Hukuman bertujuan menyadarkan anak, mulai dari yang ringan sampai berat, sejak  kerlingan menyengat sampai pukulan menyakitkan. (Ahmad Tafsir, 2005 : 186)

Konteks pendidikan anak dapat direlevansikan dengan teladan Luqman dalam mendidik anak-anaknya, bahwa periode mendidik anak dibagi 3 periode, yaitu 7 tahun pertama bimbingan, kedua dengan kasih sayang dan ketiga pengarahan.

Pentingnya pendidikan anak mutlak dilakukan, diharapkan ia akan tumbuh dan menjadi orang yang berguna sejalan dengan harapan orangtua maupun bangsa. Dengan demikian, pergeseran cara mendidik anak dalam keluarga menjadi keniscayaan sehingga pendidikan yang bergerak maju mengikuti tuntutan jaman dapat beriringan dengan nilai-nilai kebaikan yang akan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga generasi yang akan datang tidak akan kehilangan identitas dan jati diri.

Sumber 

Sabtu, 05 Desember 2015

Cara Memotivasi Anak Rajin Berolahraga



Aktif berolahraga sangat bermanfaat bagi anak untuk memastikan pertumbuhan fisik dan mental nya. Bahkan, olahraga juga bermanfaat untuk perkembangan psikologi dan sosial anak. Oleh karena itu, Anda harus tulus dalam memotivasi anak Anda sehingga dia menjadi terpacu untuk berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan fisik.  Anda bisa mengikuti tips penting berikut ini yang dapat membantu Anda memotivasi anak Anda untuk rajin berolahraga dan melakukan permainan aktif :
1. Batasi waktu anak Anda untuk menonton TV dan bermain game komputer
Menonton TV atau bermain game komputer hanya memiliki efek positif yang sangat sedikit pada pikiran dan tubuh anak Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu dalam kegiatan fisik dari pada bermain video game atau menonton TV.
2. Mensupport mereka melalui hadiah
Dalam rangka mendorong anak Anda rajin olahraga dan melakukan permainan aktif, Anda dapat menawarkan dia hadiah yang sangat bagus yang benar-benar dia suka. Hadiah ini dapat menjadi faktor yang benar-benar memotivasi untuk anak Anda, dan dia pasti akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam olahraga dan permainan aktif yang berbeda.
3. Pastikan kehadiran Anda
Sebagai orang tua, Anda harus memastikan bahwa Anda secara aktif hadir di taman bermain di mana anak Anda bermain. Kehadiran Anda dapat menjadi inspirasi besar bagi anak Anda, dan ia akan mencoba untuk mengesankan Anda dengan cara yang sepenuh hati.
4. Cobalah untuk berbuat lucu
Sebagai orang tua, Anda harus berkonsentrasi pada bagian hiburan dari aktivitas yang  Anda lakukan bersama anak Anda. Jika anak Anda menganggap permainan sebagai kegiatan yang menyenangkan, lucu dan menghibur, ia akhirnya akan menyukai dan bersemangat untuk berolahraga.
5. Pertimbangkan usia anak Anda
Sebagai orang tua, Anda perlu memilih jenis aktivitas fisik yang sempurna sesuai tingkat usia anak Anda. Dalam rangka untuk memastikan bahwa anak Anda tidak frustrasi karena kinerja yang kurang, Anda harus memilih hanya olahraga dan permainan yang sesuai untuk anak Anda. Ini akan memotivasi anak Anda untuk berusaha lebih keras dan membuat upaya terbaiknya untuk memenangkan tantangan.

Minggu, 22 November 2015

3 Peranan Ibu Dalam Mendidik Anak



Berbicara mengenai pendidikan anak, yang paling besar pengaruhnya adalah ibu. Di tangan ibu, keberhasilan pendidikan anak-anaknya, walau tentunya keikutsertaan bapak, tidak dapat diabaikan begitu saja. Ibu memainkan peran yang penting di dalam mendidik anak-anaknya, terutama masa balita. Pendidikan dalam keluarga di sini meliputi, pendidikan iman, moral, fisik/jasmani, intelektual, psikologis, dan sosial.

Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga, pertama, ibu sebagai pemenuh kebutuhan anak. Kedua, ibu sebagai suri teladan  bagi anak. Terakhir, ibu sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anak.

Peranan ibu sebagai pemenuh kebutuhan bagi anak.
Ini sangat penting terutama ketika dalam kebergantungan total terhadap ibunya, yakni berusia 0–5 tahun. Kemudian tetap berlangsung sampai periode anak sekolah, bahkan menjelang dewasa. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama, tapi juga berinteraksi maupun berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya. Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Psikis meliputi kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, diterima, dan dihargai. Sedangkan kebutuhan sosial akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya.

Seorang ibu harus memberikan atau memuaskan kebutuhan anak secara wajar dan bertanggung jawab, tidak berlebihan maupun tak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah, artinya anak akan tidak mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.

Peranan Ibu sebagai suri teladan bagi anaknya.
Dalam mendidik anak, seorang ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orang tua, khususnya ibu, akan ditiru yang kemudian dijadikan panduan dalam perilaku anak, harus mampu menjadi teladan bagi mereka. Dalam hal ini yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah  proses mendidik yang disesuaikan tingkat kecerdasan anak itu sendiri. Kecerdasan anak yang berumur 0–5 tahun terbatas pada inderawinya saja, akal pikiran, dan perasaannya belum berfungsi secara maksimal.

Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, maka ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak. Untuk membentuk perilaku anak yang baik tidak hanya melalui bil lisan tetapi juga dengan bil haal yaitu mendidik anak lewat tingkah laku. Sejak anak lahir, ia akan selalu melihat dan  mengamati gerak gerik atau tingkah laku ibunya. Dari tingkah laku ibunya itulah, anak akan senantiasa melihat dan meniru yang kemudian diambil, dimiliki, dan diterapkan dalam kehiduapnnya. Dalam perkembangan anak, proses identifikasi sudah mulai bisa dilakukan ketika si anak berusia 3–5 tahun.

Peranan ibu sebagi pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya.
Sejak masa kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap maksimal. Perkembangan dari proses organ-organ ini sangat ditentukan oleh motivasi/rangsangan yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.

Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa motivasi/stimulasi/rangsangan yang diberikan ibu terhadap anaknya. Bentuk rangsangan dapat berupa cerita-cerita, macam-macam alat permainan yang edukatif atau bisa juga mengajak rekreasi yang dapat memperkaya pengalamannya. Di sini lah sosok ibu dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai modal awal dalam rangka keberhasilannya sebagai pemberi motivasi dalam mengantarkan kelangsungan hidup anak yang cerdas serta sukses.

Minggu, 29 Juni 2014

Alat Permainan Untuk Membantu Anak Belajar Efektif



Berbagai kegiatan pendidikan tersedia untuk anak-anak dari segala usia untuk membantu proses pembelajaran mereka. Sebagian besar mainan lebih efektif dirancang untuk fokus pada bidang pelajaran tertentu yang mampu memicu minat anak. Berikut adalah beberapa pilihan alat permainan yang paling efektif untuk mendorong anak-anak kecil untuk belajar di rumah:
Buku
Salah satu pilihan yang paling tepat untuk membantu anak-anak berlatih keterampilan membaca dan menulis adalah sebuah buku. Buku dapat membantu di semua tingkat keahlian mulai dari pra sekolah sampai ke sekolah tinggi. Sebuah buku dapat menarik anak – anak untuk belajar dengan kata-kata dan gambar yang ada di dalamnya dan juga membantu merangsang indera. Buku dapat membantu dalam semua mata pelajaran (menulis, membaca, matematika, dll). Banyak dari buku-buku ini dapat menampilkan kegiatan praktis untuk membuat proses belajar yang jauh lebih asyik dan menarik. Fitur lain dari buku-buku dapat mencakup suara untuk berinteraksi dengan cara tertentu.
Komputer
Komputer atau laptop dapat membantu anak-anak belajar melalui game-game tertentu. Permainan yang mengunakan kata-kata, suara, atau gambar, dapat membantu proses pembelajaran yang jauh lebih menyenangkan dan menarik. Laptop atau game online menawarkan teknik pengajaran dasar yang canggih. Mereka dapat memiliki kegiatan yang ditujukan untuk pembelajaran tertentu, seperti gangguan nonverbal, visual dan pendengaran, dyscalculia, dan disleksia.
Permainan kartu dan papan
Berbagai macam kartu dan permainan papan untuk anak-anak dapat dengan mudah diadaptasi untuk membantu anak belajar. Permainan fisik untuk membantu anak belajar dasar-dasar menghitung dan penomoran. Manfaat permainan kartu dan papan juga mencakup belajar tentang huruf dan ejaan. Permainan kartu atau papan bisa membantu anak-anak dari segala usia yang membutuhkan kegiatan ekstra.
Mainan kayu
Kegiatan lain untuk membantu anak belajar dan meningkatkan harga diri mereka adalah  mainan kayu. Blok bangunan yang mirip dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna tertentu untuk membantu dalam merangsang indera dan mengajarkan mereka warna dan menghitung. Banyak mainan kayu yang dapat membantu anak belajar berpikir logis karena proses pencocokan bentuk dan menempatkan blok bersama-sama.







Peluang Bisnis Online

Like This