Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Faktor Pemicu, Diagnosis dan Pengobatan Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Diagnosis asma
Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:
• Spirometri
• Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
• Uji Provokasi Bronkus
• Pengukuran Status Alergi
• CT Scan
• Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma
Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma
Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:
• Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
• Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
• Tubuh sering terasa lelah.
• Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
• Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
• Pneumonia.
• Gagal pernapasan.
• Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.
• Kematian.

Mengendalikan penyakit asma
Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:
• Mengenali dan menghindari pemicu asma.
• Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
• Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
• Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
• Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

Produk nutrisi yang disarankan untuk membantu pengobatan asma adalah :
a. Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Infeksi dan Anti-Inflamasi.
b. Biocell: Untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan derajat keparahan dan memperlambat frekuensi kekambuhan.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Diare

Diare adalah suatu kondisi ketika gerak peristaltik usus lebih cepat dari biasanya sehingga pengeluaran buang air besar lebih encer dan frekuensinya lebih banyak. Biasanya diare bukanlah suatu penyakit kegawatan kecuali jika mengakibatkan dehidrasi dan pada akhirnya terjadi syok hipovolemik (dropnya tubuh karena kekurangan cairan).

Penyebab diare

Hal ini dapat terjadi karena keracunan makanan, adanya infeksi kuman, stress pikiran, dan banyak faktor lain. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri karena sebenarnya diare sendiri adalah mekanisme tubuh untuk membuang racun dan kuman yang ada di usus.

Pada anak kecil, penyebab diare terbanyak adalah karena virus sehingga memang dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi karena banyaknya cairan tubuh yang terbuang, pasien harus minum banyak cairan dan obat anti-diare apabila penyakit ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk kasus diare berkepanjangan (lebih dari 2 minggu) kemungkinan ada penyakit lainnya yang mendasari, misalnya HIV/AIDS, kanker daerah saluran pencernaan.

Gejala

Perlu diperhatikan ketika diare menjadi bertambah parah.
• Adanya tanda dehidrasi seperti pipis kental dan kuning, frekuensi berkemih kurang dari 4 kali per hari, demam, mata cekung, kulit kering. Pada anak-anak ciri dehidrasi adalah: menangis tetapi tidak keluar air mata, anak rewel (pada dehidrasi sedang) atau justru lemas (pada anak dehidrasi berat), ingin banyak minum (pada dehidrasi sedang) atau bahkan malah malas minum (pada dehidrasi berat)
• Diare tetap bertahan di atas 2 minggu
• Kram
• Sakit perut
• Kembung
• Mual
• Demam
• Muntah
• Diare biasanya hilang pada sendiri dalam waktu 48 jam yang tanpa obat. Hal yang paling penting yang dapat dilakukan adalah untuk tetap terhidrasi sementara diare berjalan saja apa adanya dan menghindari makanan yang akan membuat diare menjadi lebih banyak seperti makan-makanan pedas, makanan yang berserat.

Diare dianggap parah ketika:
• Berlangsung di atas 2 minggu
• Keram perut yang parah atau sakit pada dubur
• Darah dalam tinja
• Tinja berwarna hitam
• Adanya demam
• Adanya tanda-tanda dehidrasi
• Gejala penyakit ini dapat merupakan tanda-tanda kondisi seperti infeksi, penyakit iritasi usus, pankreatitis, kanker usus, atau penurunan kondisi kekebalan tubuh misalnya pada pasien HIV/AIDS.

Pengobatan
Atasi dehidrasi dengan oralit atau banyak minum air putih dalam jumlah banyak. Jika diikuti mual dan muntah, minuman tentu tidak dapat masuk, padahal asupan air (hidrasi) sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Maka, segera berobat ke dokter agar diberikan cairan intravena (infus).

Selain itu, terdapat beberapa jenis pengobatan antara lain:
• Obat untuk mengikat air sehingga tinja lebih padat, seperti obat attalpulgit
• Obat untuk menghentikan peristaltik usus seperti papaverin atau antiparasimpatik
• Antibiotik atau antiparasit ketika didapatkan hasil pemeriksaan tinja berupa adanya infeksi bakteri atau infeksi parasit seperti amoeba (dr. Ursula)

Produk nutrisi yang dianjurkan untuk membantu pengobatan diare adalah :
a. Propolis: Flavonoid yang dikandungnya bisa sebagai Anti Bakteri, Virus dan Parasit serta Anti Infeksi.
b. Glucogen: Untuk menghilangkan /netralisasi radikal bebas yang bisa mencetuskan atau memperparah kondisi.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Sabtu, 17 Desember 2016

Penyebab, Diagnosis dan Penanganan Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian.

Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat (gout/pirai) dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Penyebab penyakit asam urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.

Seseorang yang suka mengonsumsi makanan dengan kandungan asam urat tinggi (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik.

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

Diagnosis penyakit asam urat

Temuilah dokter jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal-kristal natrium urat pada persendian. Hal ini perlu dilakukan karena ada jenis penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala menyerupai penyakit asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah juga biasanya dilakukan.

Sebelum melakukan tes, biasanya pertama-tama dokter akan bertanya mengenai:
• Lokasi sendi yang terasa sakit.
• Seberapa sering Anda mengalami gejala dan seberapa cepat gejala tersebut muncul.
• Obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi.
• Riwayat penyakit asam urat di keluarga Anda.

Penanganan penyakit asam urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.
Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.
Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol).

Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kambuh.

Komplikasi penyakit asam urat
Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:
• Munculnya benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang.
• Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung dan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus penyakit asam urat yang diabaikan selama bertahun-tahun.
• Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

Produk nutrisi yang disarankan untuk membantu penanganan asam urat adalah :
a. Biocell: Dapat menurunkan Kolesterol Darah.
b. ABG (Algae Merah): Dapat menghambat terbentuknya asam urat didalam tubuh dengan menekan terbentuknya Enzym Xanthin Oxidase.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Jenis, Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga peranannya sangat penting bagi kita.

Kinerja kelenjar tiroid dikendalikan oleh otak. Ketika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan hormon tiroid, otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikan kinerjanya agar kadar hormon tersebut kembali seimbang.

Penyebab Penyakit Tiroid

Jenis utama penyakit tiroid adalah kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah dalam tubuh kita. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang meliputi:
• Masalah pada kelenjar pituari di otak.
• Kelenjar tiroid yang rusak misalnya karena pajanan radiasi.
• Pengaruh obat litium.
• Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.
Jenis-jenis Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.
Hipertiroidisme
Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, Anda bisa mengalami kelenjar tiroid overaktif atau hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok
Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Nodul tiroid
Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun jika nodul yang tumbuh cukup besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan rasa sakit pada tenggorokan.

Jika ada gejala-gejala tersebut yang Anda rasakan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penanganan dapat segera dilakukan.

Diagnosis Penyakit Tiroid

Proses diagnosis penyakit ini membutuhkan beberapa langkah pemeriksaan yang mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif, serta biopsi melalui aspirasi jarum halus.

Tes darah yang dianjurkan adalah evaluasi fungsi kelenjar tiroid. Tes ini berfungsi untuk mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) untuk menentukan kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme yang dialami pasien.
Melalui USG dan pemindaian isotop radioaktif, dokter akan mendeteksi ukuran serta jenis benjolan yang dialami pasien. Sementara biopsi melalui aspirasi jarum halus akan memungkinkan dokter untuk mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan.

Pengobatan Penyakit Tiroid

Setelah Anda positif didiagnosis mengidap penyakit tiroid, dokter akan menganjurkan langkah pengobatan yang bisa Anda jalani. Penentuan langkah ini tergantung pada jenis penyakit tiroid yang Anda derita, usia, serta kondisi kesehatan Anda.

Terdapat dua cara yang biasanya diberikan untuk menangani penyakit tiroid. Langkah ini meliputi pemberian obat-obatan, terapi radioaktif dan/atau prosedur operasi.
Obat-obatan yang diberikan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit tiroid yang dialami.

Fungsi obat-obatan dan terapi tersebut umumnya meliputi:
• Menggantikan hormon tiroid dalam tubuh.
• Menurunkan produksi hormon tiroid dalam tubuh.
• Menghancurkan sel-sel tiroid.
Di samping itu, gejala-gejala hipertiroidisme (seperti detak jantung yang meningkat) juga akan ditangani dengan obat-obatan lain.

Jika dokter menganjurkan operasi, jenis operasi yang akan dijalani pasien umumnya adalah proses pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Prosedur ini bisa dilakukan untuk menangani kelenjar tiroid yang bengkak atau benjolan yang ada di dalamnya.
Sebagian besar penyakit tiroid tidak membahayakan penderitanya dan dapat dikendalikan melalui penanganan medis.

Tetapi jika dibiarkan, ada yang dapat
berkembang menjadi kanker tiroid yang harus ditangani secepat mungkin dan dengan saksama.

Produk Nutrisi yang disarankan untuk membantu pengobatan penyakit tiroid adalah :
a. Propolis: Mengandung Flavonoid yang berguna untuk menghentikan pembesaran Gondok (Anti-Inflamasi).
b. Glucogen: Mengandung Glutathione yang berguna untuk menghentikan reaksi radikal bebas.
c. Biocell: Mengandung HGH yang merupakan booster yang dapat meregulasi siklus hormon.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com


Jumat, 16 Desember 2016

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Bronkitis

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Saluran napas terdiri dari saluran napas atas dan saluran napas bawah.

Saluran napas atas adalah saluran napas yang paling sering terpapar pajanan polusi luar sehingga seringkali terkena infeksi pertama kali. Saluran napas atas terdiri dari hidung yang kemudian berjalan menuju tenggorokan.

Setelah bagian tenggorokan, saluran napas berjalan menuju saluran napas bawah yaitu trakea, kemudian trakea bercabang menjadi bronkhus, sebelum menuju ke paru-paru. Jika bronkhus terinfeksi, itulah yang disebut dengan bronkhitis.

Bronkitis adalah infeksi umum yang menyebabkan peradangan di saluran napas akut dan pada akhirnya jika berlanjut maka akan menyebabkan iritasi pada saluran udara utama paru-paru.

Gejala bronkitis meliputi batuk lendir berwarna kuning keabu-abuan, sakit tenggorokan, nafas berbunyi mengi dan hidung tersumbat.
Bronkitis akut dapat memiliki gejala batuk dan produksi dahak yang kadang menyertai infeksi saluran pernapasan atas.

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis akut biasanya diakibatkan infeksi viru, tapi kadang-kadang juga disebabkan oleh bakteri. Jika kondisi pertahanan tubuh pasien baik, selaput lendir kembali normal setelah sembuh dari infeksi paru-paru awal, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Bronkitis kronis adalah gangguan serius jangka panjang yang sering memerlukan perawatan medis yang teratur.

Jika pasien seorang perokok dan jatuh ke dalam kondisi bronkitis akut, maka akan jauh lebih sulit bagi pasien untuk pulih. Setiap kerusakan saluran napas karena rokok akan menghancurkan struktur kecil di paru-paru, yang disebut silia (seperti rambut-rambut di mukosa), yang bertanggung jawab untuk menyikat keluar puing-puing zat, iritasi, dan kelebihan lendir.

Jika seseorang terus merokok, kerusakan silia ini mengakibatkan silia tidak berfungsi dengan baik, sehingga meningkatkan peluang untuk menjadi bronkitis kronis. Pada beberapa perokok berat, selaput lendir yang melapisi saluran udara meradang dan silia akhirnya berhenti berfungsi sama sekali.

Paru-paru kemudian rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, dari waktu ke waktu infeksi akan mengikis dan merusak secara permanen saluran udara paru-paru. Kondisi permanen ini disebut PPOK (penyakit paru obstruktif kronik).

Dokter juga dapat melakukan tes pernapasan, yang disebut spirometri, untuk melihat seorang anak yang jauh setelah PPOK.
Bronkitis akut sangat sering terjadi. Gangguan yang sering ini dapat diobati secara efektif tanpa bantuan medis profesional.

Namun, jika Anda memiliki gejala yang parah atau persisten (menetap), adanya demam tinggi, atau jika Anda batuk darah, Anda harus mengunjungi dokter. Jika ada kesulitan bernapas atau nyeri dada, segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat. Jika seseorang menderita bronkitis kronis, maka ia berada pada risiko masalah jantung serta penyakit paru-paru yang lebih serius serta infeksi lainnya, sehingga harus dipantau oleh dokter.

Penyebab Bronkitis
Bronkitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi paru-paru, 90% di antaranya adalah virus. Serangan berulang dari bronkitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi bronkus saluran udara dari waktu ke waktu, dapat mengakibatkan bronkitis kronis.

Polusi industri penyebab lainnya. Pada zaman yang semakin maju, industri kini semakin banyak hadir. Bronkitis kronis ditemukan dalam tingkat yang lebih tinggi pada kawasan industri seperti pertambangan batubara di mana para pekerja terpapar debu dan asap.

Tapi penyebab utama adalah merokok jangka panjang, yang mengiritasi saluran bronkial dan menyebabkan saluran bronkhial untuk menghasilkan lendir yang berlebihan. Gejala bronkitis kronis juga diperparah dengan konsentrasi tinggi sulfur dioksida dan polutan lainnya di atmosfer.

Gejala Bronkitis
Gejala bronkitis akut meliputi:
• Batuk kering.
• Dahak berwarna kuning, putih, atau hijau, biasanya muncul 24 sampai 48 jam setelah batuk dimulai.
• Demam, menggigil.
• Rasa nyeri dan sesak di dada.
• Nyeri di bawah tulang dada saat bernafas dalam-dalam.
• Sesak napas.

Pengobatan untuk Bronkitis
Pengobatan konvensional untuk bronkitis akut dapat terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti banyak istirahat, minum banyak cairan, menghindari asap, dan mungkin mendapatkan resep untuk bronkodilator inhalasi dan / atau obat batuk.

Dalam kasus bronkitis kronis yang parah, steroid oral atau inhaler untuk mengurangi peradangan dan / atau oksigen tambahan mungkin diperlukan.

Pada orang sehat dengan bronkitis yang memiliki paru-paru normal dan tidak ada masalah kesehatan kronis, infeksi kemungkinan disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak membantu.

Batuk produktif (batuk yang menghasilkan dahak) seringkali memang datang dengan bronkitis akut. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lendir. Namun, jika batuk benar-benar mengganggu – yaitu, misal menyakitkan dan melelahkan – atau batuk yang non-produktif (kering dan terdengar serak), dokter dapat merekomendasikan obat antitusif (penekan batuk).

Dalam kebanyakan kasus, pasien hanya perlu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan ketika dingin seperti konsumsi obat ibuprofen atau parasetamol dan minum banyak cairan.

Jika seseorang memiliki bronkitis kronis, paru-paru rentan terhadap infeksi. Sebaiknya pasien bronkitis kronis mendapatkan vaksinasi terhadap pneumonia yang biasanya hanya sekali vaksinasi: Satu vaksinasi akan melindungi seumur hidup terhadap strain bakteri atau virus dari penyakit ini. Kadang-kadang suntikan kedua, yang disebutkan booster, juga diperlukan.

Jangan mengkonsumsi obat antitusif (penekan batuk) tanpa resep dokter. Sama halnya dengan bronchitis akut, batuk produktif yang berhubungan dengan bronchitis kronis adalah membantu membersihkan paru-paru dari lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat merekomendasikan ekspektoran (pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, jika terdapat perubahan dalam warna, volume, atau ketebalan dahak, kemungkinan pasien jatuh dalam kondisi infeksi bakteri. Dalam hal ini, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri. Jika Anda kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan menurunkan berat badan untuk menghindari tekanan berlebihan pada jantung.

Jika pasien memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, seperti yang ditunjukkan oleh tes pernapasan spirometri), banyak dokter meresepkan obat bronkodilator yang sementara membantu melebarkan saluran napas.

Namun, pengobatan yang paling penting dan paling berhasil untuk bronkitis kronis dan PPOK adalah berhenti merokok. Dokter mungkin juga meresepkan steroid untuk mengurangi peradangan pada saluran udara.

Dalam bronkitis kronis dengan PPOK, jika terdapat kecacatan dalam transfer oksigen dari paru-paru ke dalam aliran darah, dokter mungkin meresepkan terapi oksigen yang dapat diberikan di rumah sakit.
Jika pasien merokok, maka dokter akan menyarankan untuk berhenti merokok.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan merokok meskipun telah berada dalam tahap bronkitis kronis dan PPOK yang parah, tidak hanya dapat mengurangi keparahan gejala, tetapi juga dapat meningkatkan harapan hidup mereka.

Produk Nutrisi yang dianjurkan untuk membantu pengobatan ISPA:
a. Propolis: Mengandung Flavonoid sebagai Anti Virus, Anti bakteri dan Anti Infeksi.
b. Glucogen: Untuk menghilangkan /menetralisasi radikal bebas yang bisa mencetuskan atau memperparah kondisi diatas dan bisa segera membentengi daya imun.




Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Faktor Pemicu, Gejala dan Pengobatan Tumor

Ketika mendengar kata tumor, banyak orang yang menduga bahwa penyakit ini pasti mematikan. Tetapi anggapan ini tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi ke dalam dua kategori, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sedangkan tumor ganas atau yang sering disebut kanker adalah tumor yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak juga biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sementara tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.

Dalam kondisi normal, sel-sel baru akan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan tubuh untuk menggantikan sel-sel tua yang mati. Proses ini terjadi secara terkendali. Tetapi jika penambahan sel-sel baru terjadi secara berlebihan, tumor akan terbentuk.

Penyebab tumbuhnya tumor memang belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor yang diduga sebagai pemicunya. Yaitu:
• Faktor keturunan dan kelainan genetika.
• Konsumsi minuman keras yang berlebihan.
• Kelainan pada sistem kekebalan tubuh.
• Kelebihan berat badan atau obesitas.
• Pajanan polusi udara.
• Pajanan sinar matahari yang berlebihan.
• Pajanan radiasi.

Gejala-gejala Tumor

Beberapa gejala umum yang dapat mengindikasikan tumor meliputi:
• Sering kali merasa tidak sehat.
• Rasa lelah yang ekstrem.
• Demam dan menggigil.
• Hilangnya nafsu makan.
• Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
• Berkeringat pada malam hari.

Tetapi tiap tumor memiliki gejala berbeda-beda, tergantung kepada jenis dan lokasi pertumbuhannya. Misalnya, kanker otak yang dapat menyebabkan gejala sakit kepala tidak tertahankan, muntah-muntah secara mendadak, serta kejang-kejang. Sementara gejala kanker paru-paru dapat berupa batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya menjadi batuk darah, sesak napas, rasa nyeri di dada serta kelelahan.

Ada juga jenis tumor ganas yang bahkan tidak menyebabkan gejala sampai mencapai stadium lanjut, misalnya kanker serviks serta kanker hati. Karena itu, Anda disarankan selalu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang terasa janggal, meski sekilas tampak ringan.

Diagnosis dan Langkah Pengobatan Tumor
Selain menanyakan gejala-gejala dan memeriksa fisik Anda, dokter akan menyertakan beberapa jenis pemeriksaan untuk memastikan diagnosis Anda. Misalnya:
• Tes darah lengkap dan tes fungsi organ.
• CT, MRI atau PET scan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengonfirmasi letak serta tingkat penyebaran tumor.
• Rontgen dada.
• Biopsi. Pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan ganas atau tidaknya tumor yang Anda idap.

Setelah Anda terdiagnosis positif mengidap tumor, dokter akan membantu Anda untuk menentukan langkah pengobatan yang sesuai. Metode penanganan tumor yang akan Anda jalani tergantung pada jenis, lokasi dan keganasan tumor.

Beberapa metode penanganan untuk mengatasi tumor ganas meliputi operasi pengangkatan, kemoterapi serta radioterapi. Pasien umumnya membutuhkan kombinasi dari ketiga metode tersebut. Makin dini tumor terdeteksi, kemungkinan pasien untuk sembuh juga makin tinggi.

Jika kanker atau tumor ganas masih berada pada satu lokasi dan belum menyebar, kanker tersebut umumnya akan diangkat melalui operasi. Tumor jinak juga umumnya diangkat kecuali jika tumor tersebut tidak mengganggu kinerja organ dan tidak berdampak buruk pada kesehatan sama sekali.
Meski demikian, semua tumor (ganas maupun jinak) sebaiknya segera didiagnosis dan ditangani karena berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika dibiarkan.

Langkah Pencegahan Tumor

Tidak ada metode pencegahan yang dapat memberikan perlindungan total dari munculnya tumor. Tetapi ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker, yaitu:
• Berhenti merokok.
• Berolahraga secara teratur.
• Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, misalnya meningkatkan konsumsi serat, terutama sayuran dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
• Menjaga berat badan yang sehat.
• Membatasi konsumsi minuman keras. Batas konsumsi per hari yang direkomendasikan adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir untuk pria dan maksimal 2 kaleng bir untuk wanita dengan kadar alkohol sebanyak 4,7 persen per kaleng.
• Menghalau pajanan sinar matahari, misalnya dengan menggunakan tabir surya.
• Meminimalisasi pajanan senyawa kimia yang mengandung racun, misalnya dengan mengenakan masker saat menggunakan kendaraan umum.
• Meminimalisasi pajanan terhadap radiasi.
• Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
 

Solusi sehat untuk membantu pengobatan tumor dianjurkan untuk mengkonsumsi produk-produk berikut ini:
a. ABG (Algae Merah): Untuk mengendalikan pertumbuhan sel yang berlebih.
b. Glucogen: Sebagai anti oksidan yang berfungsi sebagai detoks sekaligus sebagai anti oksidan untuk membentengi system kekebalan tubuh.
c. Propolis: Sebagai Anti Infeksi dan Anti imflamasi.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com



Minggu, 11 Desember 2016

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Sakit Maag


Sakit maag (indigestion) adalah istilah yang menggambarkan nyeri yang berasal dari lambung, usus halus, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain sakit maag adalah dispepsia.

Sakit maag bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres.

Meskipun sebagian besar sakit maag bisa ditangani tanpa perlu berkonsultasi kepada dokter, namun pemeriksaan dokter medis tetap perlu dilakukan jika sakit maag disertai dengan Anda menjadi sering muntah, Anda menjadi sulit menelan dan mengalami penurunan berat badan, serta jika Anda dan telah menginjak berusia 55 tahun ke atas.

Gejala Sakit Maag
Selain nyeri pada perut bagian atas (area antara pusar dan bawah tulang dada), gejala sakit maag bisa berupa:
• Rasa panas pada perut bagian atas
• Cepat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
• Mual
• Kembung pada perut bagian atas
• Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
• Sering bersen­dawa
• Muntah
• Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada (kadang-kadang terasa sampai punggung dan leher) yang muncul ketika atau setelah makan.

Sakit maag yang disertai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, adalah kasus sakit maag yang seringkali terjadi.

Bagi penderita sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk jika dirinya juga mengalami stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.

Penyebab Sakit Maag
Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit maag, di antaranya:
• Tukak lambung (luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung)
• Infeksi bakteri Helicobacter pylori
• Efek samping penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) dan obat golongan nitrat
• Masalah psikologi (misalnya cemas dan stres)
• Penyakit refluks gastroesofagus (pergerakan balik asam lambung menuju kerongkongan)
• Terlalu banyak makan
• Obesitas
• Makan terlalu cepat
• Mengonsumsi makanan berminyak, berlemak, dan pedas
• Merokok
• Terlalu banyak mengonsumsi kafein, soda, atau minuman beralkohol
• Terlalu banyak mengonsumsi cokelat
• Konstipasi

Selain kondisi-kondisi di atas, sakit maag juga bisa terjadi akibat komplikasi suatu penyakit. Contoh-contoh penyakit yang bisa menyebabkan sakit maag adalah penyakit batu empedu, radang pankreas (pankreatitis), penyakit iskemia usus (berkurangnya aliran darah di usus), penyumbatan usus, penyakit celiac, penyakit hernia hiatus (bagian lambung menonjol ke dalam diafragma), dan kanker lambung.

Pengobatan Sakit Maag
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit maag, di antaranya:
• Mengurangi atau menghentikan konsumsi zat kafein atau alkohol apabila sakit maag disebabkan oleh kedua zat tersebut.
• Menghindari makanan-makanan yang bisa memicu sakit maag atau membagi porsi makan ke dalam jadwal makan yang baru (misalnya sebelumnya Anda makan tiga kali sehari, namun masing-masing dalam porsi besar, Anda bisa mengubahnya menjadi empat atau lima kali sehari dengan porsi masing-masing yang lebih sedikit).
• Tidak membiarkan diri dikuasai oleh rasa cemas dan mengendalikan stres. Apabila Anda tidak mampu melakukannya, minta bantuan psikiater. Teknik relaksasi atau terapi perilaku kognitif merupakan contoh pengobatan yang mungkin disarankan.
• Menghentikan konsumsi ibuprofen atau aspirin jika sakit maag disebabkan oleh obat-obat tersebut. Selanjutnya, konsultasikan kepada dokter untuk menentukan obat pengganti.

Produk yang disarankan :
a. Propolis: Mempunyai flavonoid yang berfungsi sebagai Anti-Infeksi dan Inflamasi.
b. Glucogen: Sebagai anti oksidan untuk mengeliminasi penyebab lainnya yang bisa memicu maag.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Selasa, 29 November 2016

Penyebab dan Cara Penanganan Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan yang dapat ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas merupakan penyebab utama penyakit dapat dicegah dan penyebab kematian di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang kelebihan berat badan di negara-negara industri telah meningkat secara signifikan; meningkat begitu banyak sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa obesitas sebagai epidemi.

Di Amerika Serikat, 69% dari populasi orang dewasa kelebihan berat badan atau obesitas. Di Kanada, data yang dilaporkan sendiri menunjukkan bahwa 40% pria dan 27% wanita kelebihan berat badan, dan 20% pria dan 17% wanita mengalami obesitas. Sedangkan di Indonesia sendiri, sebanyak 40 juta orang dewasa mengalami kegemukan, dan Indonesia masuk ke peringkat 10 daftar negara-negara dengan tingkat obesitas terbanyak di dunia.

Orang yang mengalami obesitas berada pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit yang serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, penyakit kandung empedu, dan kanker. Risiko pada orang yang mengalami obesias lebih tinggi dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sehat dan normal.

Obesitas ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun tidak secara langsung mampu mengukur kadar lemak dalam tubuh. Cara perhitungan IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. IMT yang sehat adalah yang dalam rentang 18,5–24,9 kg/m2. IMT yang berada di angka 25–29,9 disebut sebagai “overweight”, 30–34,9 disebut “obesitas kelas I”, 35,0–39,9 disebut “obesitas kelas II”, dan di atas 40 disebut “obesitas kelas III”.

Penyebab
Obesitas terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori. Di masa lalu, banyak orang berpikir bahwa obesitas itu hanya disebabkan oleh makan berlebihan dan kurangnya berolahraga, karena kurangnya kemauan dan kontrol diri. Meskipun hal tersebut juga berkontribusi dalam menyebabkan obesitas, para ahli mengakui bahwa obesitas merupakan masalah medis yang kompleks yang melibatkan faktor genetik (keturunan), lingkungan, perilaku, dan sosial. Semua faktor ini berperan dalam menentukan berat badan seseorang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor genetik (keturunan) tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Untuk orang yang secara genetik rentan terhadap kenaikan berat badan (misalnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah) risiko menjadi obesitas tinggi.

Meskipun genetik seseorang dapat menyebabkan obesitas, itu bukan penyebab utama. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih besar – mengkonsumsi kalori dari makanan tinggi lemak dan melakukan aktivitas fisik sedikit atau tidak setiap hari berolaharaga dalam jangka panjang akan menyebabkan penambahan berat badan. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas. Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Gejala Obesitas dan Komplikasi dari Obesitas
Risiko kesehatan yang terkait dengan obesitas meliputi:
• Gangguan pernapasan (seperti sleep apnea/ henti napas ketika tidur, penyakit paru obstruktif kronis/ PPOK)
• Tipe kanker tertentu (seperti kanker prostat dan usus pada pria, dan kanker payudara dan kanker rahim pada wanita)
• Penyakit jantung koroner
• Depresi
• Diabetes
• Penyakit hepar atau kelenjar empedu
• Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Penyakit pada sendi (misal osteoartritis) karena tumpuan tubuh membawa berat badan yang berlebih
• Stroke
Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki gejala kondisi medis yang disebutkan di atas. Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, masalah pernapasan, dan nyeri sendi (di lutut atau punggung bawah) seringkali terjadi. Semakin gemuk seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah medis yang terkait dengan obesitas. Selain itu, orang gemuk cenderung malas untuk beraktivitas karena beratnya bobot tubuh sehingga orang gemuk cenderung mudah mengantuk karena lambatnya metabolisme tubuhnya.

Dokter juga akan menggunakan pengukuran lainnya seperti ukuran pinggang untuk mengevaluasi risiko kesehatan terkait dengan lemak perut. Ketika IMT dan ukuran pinggang mengindikasikan suatu masalah kesehatan, akan ada pemeriksaan tambahan yang disarankan oleh dokter seperti pemeriksaan EKG, cek darah untuk mengetahui kondisi kolesterol, asam urat, dan sebagainya.

Penanganan Obesitas
Obesitas dapat diatasi dengan:
• Mengubah gaya hidup: perbanyak olahraga, ubah pola makan yang tadinya mungkin banyak makanan berlemak (seperti gorengan, jeroan) kini diperbanyak dengan buah-buahan
• Hindari konsumsi alkohol
• Jangan terlalu keras pada diri sendiri sampai tidak mau makan, ini bukan suatu metode yang tepat. Tetap makan, namun ganti menunya menjadi menu sehat.
• Obat diet yang diresepkan dokter. Jangan coba-coba meminum obat diet tanpa resep dokter, karena ditakutkan akan melukai lambung maupun usus, dan justru akan mengakibatkan metabolisme tubuh kacau.

Produk yang dianjurkan :
a. Sillhuette: Untuk mengurangi porsi makan dan menimbulkan rasa kenyang.
b. Biocell: Untuk meningkatkan pembakaran lemak yang menumpuk diluar sel.
c. ABG (Algae Merah): Agar inti sel bisa membuka mulut sel untuk menerima nutrisi yang disalurkan oleh insulin.



Informasi Produk dan Bisnis hubungi:


Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Varises

Varises terjadi ketika Katup Vena melemah atau rusak dan Dinding Vena menjadi renggang. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Umur, Kehamilan, Genetika, Kebiasaan berdiri terlalu lama, Obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki.

Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Ketika mendengar istilah “varises” saya yakin banyak yang membayangkan suatu bentuk kelainan pembuluh darah yang ada pada kaki atau tungkai bawah, di mana pembuluh darah tampak berkelok-kelok atau mungkin berbonjol-bojol.

Memang ini tidak salah, namun tahukah Anda bahwa varises merupakan istilah umum dan itu tidak hanya terjadi pada vena kaki.

Langkah awal untuk memahami apa itu penyakit varises, mari kita mulai dengan pengertian varises. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu struktur normal pembuluh darah vena.
Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki.

Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:
• Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan.
• Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
• Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.

Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Lalu apa yang terjadi pada varises?
Pengertian varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Penyebab Varises
Untuk dapat memahami penyebab varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme terjadinya varises. Awal mula terjadinya varises diperkirakan bahwa dinding pembuluh darah menjadi lemah pada beberapa bagian. Bagian ini kemudian melebar dan menjadi lebih menonjol.

Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik. Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Darah kemudian mengumpul pada vena membesar dan membuatnya menonjol.

Varises lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Sebagian besar orang dengan varises tidak memiliki penyakit yang mendasari dan bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab varises adalah sebagai berikut:
• Kehamilan. Rahim yang membesar dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pembuluh darah sehingga aliran balik ke jantung dapat terhambat. Di samping itu, varises pada kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh hormon cenderung berefek melemaskan dinding vena.
• Umur. Varises lebih sering pada usia dewasa dan semakin meingkat risiko seiring dengan bertabahnya usia.
• Berat badan Berlebih.
• Banyak Berdiri. Pekerjaan atau aktifitas dengan banyak berdiri sering dianggap bisa menjadi penyebab varises. Namun, baru sedikit bukti ilmiah yang mendukung hal ini.
Kadang-kadang penyakit tertentu dapat menyebabkan varises seperti:
• Bekuan darah sebelumnya (trombosis) atau cedera dalam vena kaki yang dalam.
• Pembengkakan atau tumor di panggul (bagian bawah perut) yang menghambat aliran darah dari kaki ke atas.
• Abnormalitas pembuluh darah, suatu kondisi pembuluh darah atau arteri yang tidak terbentuk sempurna.

Gejala dan Ciri-Ciri Varises
Seperti telah disinggung sebelumnya varises yang merupakan pembengkakan dan membesarnya pembuluh darah, memiliki ciri-ciri biasanya terlihat biru atau ungu tua paling sering terjadi pada kaki. Terkadang terlihat menggerombol, berbonjol-bonjol dan terlihat berkelok-kelok.

Gejala varises yang biasanya di rasakan antara lain:
Selain tidak sedap dipandang, varises umumnya terasa sakit dan menyebabkan sensasi kelelahan pada kaki. Namun, banyak orang, bahkan beberapa dengan varises yang sangat besar, tidak mengalami rasa sakit. Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai hangat setelah seseorang telah mengenakan kaus kaki atau stocking. Gatal dapat merangsang garukan dan dapat menyebabkan kemerahan atau ruam, yang sering salah dikaitkan dengan kulit kering. Rasa sakit kadang-kadang lebih buruk ketika varises semakin berkembang.

Hanya sebagian kecil orang dengan varises memiliki komplikasi, seperti dermatitis, peradangan pembuluh darah vena (flebitis), atau perdarahan. Dermatitis menyebabkan perubahan pada kulit yang menjadi merah, menebal, gatal gatal atau kecoklatan.

Menggaruk atau cedera ringan, dapat menyebabkan pendarahan atau pengembangan ulkus (borok) yang menyakitkan yang tidak sembuh-sembuh. Ulkus juga bisa berdarah. Flebitis dapat terjadi secara spontan atau akibat cedera.

Pengobatan Varises
Bagi sebagian besar kasus, varises tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Memang penampilannya tidak menyenangkan, tetapi itu tidak mempengaruhi sirkulasi ataupun menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan kebanyakan varises tidak memerlukan pengobatan apapun.
Jika pengobatan diperlukan, dokter terlebih dahulu akan merekomendasikan pengobatan sederhana berupa penggunaan stoking kompresi selama enam bulan, melakukan olah raga teratur dan mengangkat atau meninggikan tungkai yang terkena ketika beristirahat.

Jika sudah demikian, namun varises masih menyebabkan sakit atau ketidaknyamanan atau menyebabkan komplikasi, maka dapat diobati dengan beberapa cara sebagai berikut.
• Ablasi endothermal – menutup pembuluh darah dengan pemanasan (heat).
• Sclerotherapy – menggunakan busa khusus untuk menutup pembuluh darah
• Ligasi dan stripping – operasi atau pembedahan untuk mengangkat vena yang terkena.

Pencegahan
Varises adalah penyakit yang dapat dicegah. Cara mencegah varises di bawah ini bertujuan untuk menghindari munculnya varises atau mengurangi varises yang sudah terlanjur ada, berikut caranya:
• Jangan berdiri atau duduk diam dalam waktu yang lama, tapi cobalah bergerak setiap 30 menit.
• Istirahat secara teratur sepanjang hari, tinggikan kaki dengan menopangnya dengan bantal atau lainnya saat beristirahat, sedemikian rupa sehingga kaki lebih tinggi dari dada.
• Berolahraga secara teratur – ini dapat meningkatkan sirkulasi darahdan membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Produk yang dianjurkan:
a. Propolis: Untuk memperbaiki situasi dan keadaan kesehatan pembuluh darah.
b. Natto/ Hastaxhantin: Untuk meluruhkan sumbatan atauThrombus pada pembuluh darah.
c. Glucogen: Untuk menetralisasi radikal bebas pencetus timbulnya sumbatan yang ada.

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Demam Dengue (Demam Berdarah)

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah.

Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Dikarenakan kebanyakan masyarakat sudah terlanjur salah kaprah, maka tulisan ini tetap diberi judul “Demam Berdarah” namun tanpa mengurangi nilai edukasinya.

Penyebab demam dengue
Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu.

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, misalnya di kota-kota besar beriklim lembap dan hangat.

Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh negara-negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Diperkirakan ada seratus juta kasus demam dengue yang terjadi pada tiap tahunnya di dunia, bahkan ribuan orang di antaranya terjangkit dalam waktu singkat akibat wabah penyakit ini.

Penyakit demam dengue di Indonesia
Menurut data yang dihimpun oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi 112.511 kasus demam dengue di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 871 penderita yang meninggal dunia.

Pada tahun 2014, kasus demam dengue di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan Desember 2014, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang di antaranya meninggal dunia.

Data di atas menempatkan Indonesia sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demam dengue. Sedangkan di dunia, Indonesia adalah nomor 2 setelah Brazil.

Diagnosis dan pengobatan demam dengue
Jika Anda mengalami gejala seperti flu (misalnya sakit kepala dan demam tinggi) selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Terlebih lagi jika gejala tersebut dirasakan setelah berkunjung ke daerah yang sedang dilanda wabah demam dengue.

Para dokter yang sudah terbiasa menangani demam dengue biasanya dapat langsung mengenali penyakit ini hanya dari gejala-gejala yang Anda rasakan. Apabila dokter yang memeriksa Anda belum yakin bahwa Anda terkena demam dengue, maka pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat keberadaan virus di dalam aliran darah. Selain untuk memperkuat diagnosis, pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui dampak infeksi terhadap darah.

Hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah demam dengue, meskipun begitu pengobatan penyakit ini tergolong sederhana dan tidak memerlukan sebuah obat khusus.
Demam dengue bisa ditangani dengan meminum banyak cairan, beristirahat, serta mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen.

Jika langkah pengobatan ini diterapkan, biasanya gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 2-5 hari.
Tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri jenis ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium jika Anda menderita demam dengue karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan internal.

Pencegahan demam dengue
Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah yang bisa Anda terapkan, di antaranya:
• Mensterilkan bagian dalam rumah Anda dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk
• Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
• Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
• Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
• Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
• Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
• Mengenakan pakaian yang longgar yang bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.
• Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan
• Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Gejala Demam Berdarah
Berikut ini beberapa gejala demam dengue, di antaranya:
• Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius
• Tubuh menggigil
• Kehilangan nafsu makan
• Badan terasa lelah
• Sakit kepala
• Sakit tenggorokan
• Wajah berwarna kemerahan
• Nyeri sendi, otot, dan tulang
• Mual-mual
• Muntah
• Nyeri pada bagian belakang mata
• Pembengkakan kelenjar getah bening
• Munculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak)

Pada kasus yang jarang terjadi, demam dengue juga menyebabkan hidung dan gusi mengeluarkan darah yang jumlahnya sangat sedikit (berbeda dengan pendarahan yang terjadi pada hemorrhagic dengue fever yang mana volume darah yang dikeluarkan cukup banyak)

Virus dengue memerlukan masa inkubasi sama seperti virus lain pada umumnya. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama kali masuk ke tubuh sampai gejala mulai muncul. Pada demam dengue, gejala biasanya baru dirasakan setelah 4-10 hari sejak masuknya virus melalui gigitan nyamuk.

Sering kali kita sulit membedakan antara gejala demam dengue dengan sakit flu biasa, terlebih lagi jika kita belum pernah membaca informasi seputar gejalanya. Karena itu, alangkah baiknya kita langsung memeriksakan diri ke dokter apabila di keluarga kita ada yang mengalami gejala-gejala demam dengue seperti disebutkan di atas untuk mencegah kondisi memburuk.

Beberapa dokter biasanya mampu mengenali demam dengue hanya dari gejala-gejala yang pasien rasakan, terlebih lagi jika mereka sudah sering menangani penyakit ini. Untuk memperkuat diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan virus dengue di dalam tubuh.

Karena banyaknya kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala serupa dengan demam dengue, maka pemeriksaan darah penting untuk dilakukan.

Produk yang dianjurkan :
a. Propolis: Untuk mempertahankan kondisi pembuluh darah dan sebagai antivirus.
b. Biocell: HGH untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus.



Informasi Produk dan Bisnis Moment hubungi:

Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com
Peluang Bisnis Online

Like This