Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

4 Kejahatan Orangtua Yang Sering Dilakukan Terhadap Anak



Kejahatan pertama: memaki dan menghina anak

Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk. Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang buruk dan bermakna menghinakan dirinya.

Rasulullah saw. sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).

Kejahatan kedua: melebihkan seorang anak dari yang lain

Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap ini adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.
Dan puncak kezaliman kepada anak adalah ketika orang tua tidak bisa memunculkan rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya. Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemauan si anak. Apalagi tidak pintar pun itu bukanlah dosa dan kejahatan. Justru setiap keterbatasan anak adalah pemacu bagi orang tua untuk lebih mencintainya dan membantunya. Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)

Kejahatan ketiga: mendoakan keburukan bagi si anak

Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya. Sungguh, ibu itu adalah wanita yang paling bodoh. Setiap doanya yang buruk, setiap ucapan laknat yang meluncur dari lidahnya, dan setiap makian yang diucapkannya bisa terkabul lalu menjadi bentuk hukuman bagi dirinya atas semua amal lisannya yang tak terkendali.

Kejahatan keempat: tidak memberi pendidikan kepada anak

Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya.

Perintah untuk mendidik anak adalah bentuk realisasi iman. Perintah ini diberikan secara umum kepada kepala rumah tangga tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kelas sosial. Setiap ayah wajib memberikan pendidikan kepada anaknya tentang agamanya dan memberi keterampilan untuk bisa mandiri dalam menjalani hidupnya kelak. Jadi, berilah pendidikan yang bisa mengantarkan si anak hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Adalah sebuah bentuk kejahatan terhadap anak jika ayah-ibu tenggelam dalam kesibukan, sehingga lupa mengajarkan anaknya cara shalat. Meskipun kesibukan itu adalah mencari rezeki yang digunakan untuk menafkahi anak-anaknya.

Rasulullah saw. sangat penyayang terhadap anak-anak, baik terhadap keturunan beliau sendiri ataupun anak orang lain. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. mencium Hasan bin Ali dan didekatnya ada Al-Aqra’ bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Al-Aqra’ bin Hayis At-Tamimi kemudian berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka.” Rasulullah saw. segera memandang kepadanya dan berkata, “Man laa yarham laa yurham, barangsiapa yang tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari di Kitab Adab, hadits nomor 5538).

Semoga kita tidak termasuk orang tua yang melakukan empat kejahatan itu kepada anak-anak kita. Aamiin.

Minggu, 24 Januari 2016

Tips Melindungi Anak Dari Bahaya Internet



Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan Internet semakin luas di kalangan masyarakat. Banyak keluarga telah menggunakan jasa langganan Internet, sehingga di dalam rumah, anggota keluarga dapat mengakses Internet dengan mudah. Begitu juga dengan kehadiran telepon seluler yang memungkinkan seseorang dapat mengakses Internet kapan saja dan dari mana saja. Internet dapat memberikan manfaat positif, tetapi juga dapat berdampak negatif. Seorang anak yang menggunakan Internet sering kali menjadi sasaran empuk dari orang-orang yang berniat jahat maupun pornografi. Apa yang dapat dilakukan orang-tua untuk melindungi anak mereka?

Bila digunakan dengan baik, teknologi Internet tentu berdampak positif. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi yang ingin diketahui. Dengan hanya mengetikkan kata pada mesin pencari (search engine), ada banyak situs web yang dirujuk tentang informasi tersebut. Adanya e-mail memungkinkan seseorang dapat mengirim sebuah surat untuk orang lain dengan cepat dan mudah. Ruang obrol (chatting room) memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan banyak orang yang saling berjauhan sekaligus. Atau yang sedang marak, hadirnya situs jaringan sosial seperti Facebook atau Twitter yang memungkinkan seseorang untuk menemukan teman lama yang sudah lama tidak dijumpai.

Namun, hal positif dari Internet ternyata dapat berakibat buruk bila digunakan secara tidak bertanggung jawab. Banyak anak yang ketagihan atau kecanduan Internet sehingga mereka betah berlama-lama di depan komputer sehingga lupa akan kewajiban mereka yang lebih penting untuk makan, mandi bahkan enggan untuk belajar. Salah satu penyebab seorang anak begitu menyukai Internet karena mereka mendapatkan suatu pengalaman baru dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Atau mereka mendapat sesuatu dari dunia maya ini yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata. Di dunia maya dia bisa menjadi orang lain yang diinginkan. Misalnya, seorang anak yang pemalu dapat dengan mudah berkenalan melalui chating atau e-mail. Dalam game online, mereka dapat membuat karakter mereka menjadi karakter yang cantik, kaya, atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan nyata mereka.

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan hal-hal berikut:

Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet

Jangan mengganggap diri terlau tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang-tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet.

Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat

Kadang orang-tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang-tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.

Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri

Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.

Batasi penggunaan Internet

Jangan biarkan anak anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.

Jaga komunikasi yang baik dengan anak

Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh.

Semua orang-tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.

Selasa, 22 Desember 2015

Kerendahan Hati Mempengaruhi Kesuksesan



Kerendahan hati itu sangat berharga, kerendahan hati pada dasarnya diwakili oleh pertimbangan yang konsisten bagi orang lain. Ini bentuk perhatian dan kesejahteraan terhadap orang lain terhadap kegiatan, percakapan, interaksi pribadi, memberi dan menerima dari orang lain, dan juga bagaimana kita memperlakukan orang lain. Dengan kata lain, kerendahan hati berarti memiliki kepedulian terhadap orang yang hidupnya di bawah kita atau bagi mereka yang tidak berprestasi/beruntung.
Kenyataannya adalah bahwa kerendahan hati dapat membantu untuk menimbulkan kekuatan positif  yang tak terlihat di sekitar orang sukses yang memiliki kerendahan hati.
1. Inspirasi bagi orang lain. Orang-orang yang berlatih kerendahan hati, mau tidak mau, menjadi sumber kekaguman dan inspirasi bagi orang lain. Hal ini sangat jelas terlihat ketika mereka sukses superlatif di bidangnya masing-masing. Ketika orang yang sukses rendah hati mereka akan segera terkenal sebagai tokoh-tokoh besar, dan orang-orang yang mengagumi mereka otomatis meniru apa yang mereka lakukan.
2. Jaringan lebih baik. Orang-orang yang sukses hanya bisa di lakukan dengan cara kerja tim atau kerjasama yang baik. Untuk bekerjasama dalam tim dibutuhkan kepercayaan dan kepedulian terhadap orang banyak. Itu semua dapat dilakukan jika kita memiliki kerendahan hati. Seseorang yang sukses, dengan sikap yang benar, dapat menarik lebih banyak mitra yang bersedia untuk mengubah nasib menjadi lebih baik.
3. Keberanian. Keberanian orang yang rendah hati selalu menonjol. Menjadi benar-benar sederhana adalah tindakan keberanian. Orang-orang yang tidak sukses itu sangat mudah untuk menyerah pada harapan dan juga tidak sabar dalam pertimbangan tindakannya. Namun orang sukses prinsip-prinsip, perilaku dan perhatiannya menampilkan keberanian yang luar biasa. "Memiliki keberanian harus juga melakukan tindakan dengan mempertimbangan kepentingan bagi orang lain". Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengalahkan kelemahan diri sendiri adalah tindakan  keberanian. Justru itulah orang yang benar-benar rendah hati bisa mengalahkan kelemahan dirinya sendiri.
4. Penyebaran aura positif . Seseorang yang besar dan sukses, jika dia sederhana dan peduli maka dia akan menyebarkan aura positif ke orang-orang disekelilingnya. Demikian juga, orang-orang yang sukses di sekelilingnya, mereka juga akan mengambil getaran tersebut dan meneruskannya kepada orang lain. Cara ini terus menyebarkan rantai kebaikan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika orang – orang yang mendapat aura positif adalah orang-orang yang tidak sopan, ugal-ugalan, dan tak kenal ampun?
5. Konsentrasi. Lebih dari apa pun, sikap rendah hati dan perhatian mengundang keseimbangan dan ketenangan ke dalam segala sesuatu. Seseorang yang tenang jelas lebih efisien, lebih produktif, lebih positif, dan karena itu, aset untuk masyarakat luas.

Jumat, 18 Desember 2015

Solusi Membangun Pendidikan Anak dalam Keluarga di Era Global


Pendidikan menuntut terjadinya perubahan. Prinsip pendidikan yang selalu bergerak maju (progress) dihadapkan pada dinamika jaman global akan meniscayakan banyak hal, satu di antaranya pergeseran pola pendidikan anak dalam keluarga.

Setiap orangtua mengidamkan proses pendidikan anak berjalan tanpa kendala, sedang jaman seakan siap menggilas yang lengah akan keberadaannya, maka diperlukan solusi untuk membangun kembali pola pendidikan anak, antara lain:

1.  Melihat dan menyadari akan besarnya perubahan yang terjadi akibat dampak globalisasi yang semakin meningkat.

2.  Perhatian dan kasih sayang sebagai pengiring perkembangan kejiwaan dan pendidikan anak. 

3.  Orangtua menguasai wawasan pendidikan dan mengikuti perkembangan teknologi dengan memahami dampak dan manfaat.

4.  Menginternalisasikan nilai pendidikan kepada anak di tiap kesempatan.

5.  Selalu membimbing anak dalam pemakaian barang teknologi.

Selain beberapa solusi di atas, secara umum ada beberapa pola pendidikan yang dapat digunakan oleh setiap orangtua dalam mendidik anak-anaknya, yaitu:

1.  Pola pendidikan dengan keteladanan
Orangtua secara langsung akan menjadi suri teladan bagi anak-anaknya,  seperti kata cerdik pandai, satu teladan lebih berharga dari seribu nasihat.

2.  Pola pendidikan dengan pembiasaan
Pendidikan dengan pembiasaan melakukan perilaku terpuji diharapkan menjadikan anak cenderung kepada kebaikan dan dimulai di rumah. (Zakiah Daradjat, 1970: 62)

3.  Pola pendidikan dengan pemberian perhatian
Orangtua hendaklah memperhatikan perkembangan anak dalam pembinaan aqidah dan moral.

4.  Pola pendidikan dengan nasehat
Penanaman  pendidikan  dengan menyodorkan kata-kata yang baik, sehingga apa yang didengarnya masuk dalam hati dan diamalkannya.

5.  Pola pendidikan dengan pemberian hadiah
Hadiah berefek motivasi jika melakukan prestasi.

6.  Pola pendidikan dengan pemberian hukuman
Hukuman bertujuan menyadarkan anak, mulai dari yang ringan sampai berat, sejak  kerlingan menyengat sampai pukulan menyakitkan. (Ahmad Tafsir, 2005 : 186)

Konteks pendidikan anak dapat direlevansikan dengan teladan Luqman dalam mendidik anak-anaknya, bahwa periode mendidik anak dibagi 3 periode, yaitu 7 tahun pertama bimbingan, kedua dengan kasih sayang dan ketiga pengarahan.

Pentingnya pendidikan anak mutlak dilakukan, diharapkan ia akan tumbuh dan menjadi orang yang berguna sejalan dengan harapan orangtua maupun bangsa. Dengan demikian, pergeseran cara mendidik anak dalam keluarga menjadi keniscayaan sehingga pendidikan yang bergerak maju mengikuti tuntutan jaman dapat beriringan dengan nilai-nilai kebaikan yang akan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga generasi yang akan datang tidak akan kehilangan identitas dan jati diri.

Sumber 
Peluang Bisnis Online

Like This