Selasa, 24 Juni 2014

4 Tips Penting Dilakukan Untuk Menuju Keluarga Sakinah



Berbicara tentang keluarga sakinah adalah berbicara tentang menciptakan komunikasi yang terbuka, saling menghormati dan disiplin. Semua rumah tangga bisa menjadi keluarga sakinah jika bisa bekerja sama untuk mewujudkannya. Ini adalah tentang menghormati satu sama lain, memperlakukan setiap individu sebagai individu, yang konsisten dengan batas-batas kewajaran dan berkomunikasi secara efektif.
1. Saling menghormati
Dalam keluarga setiap anggota perlu tahu bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh orang lain. Salah satu cara kita untuk menunjukkan ini adalah dengan menghormati mereka, ide-ide mereka, dan harta mereka. Sebagai contoh, jika seseorang merasa sedih atau kesepian segera hibur dia. Tanyakan mengapa dan dengarkan alasannya kita merasa perlu untuk membantu dia menyelesaikan masalahnya.
Kita bisa menunjukkan rasa hormat dengan bersikap sopan satu sama lain. Seperti mengucapkan “silahkan” dan “terima kasih” atau bertanya "bagaimana harimu" dan dengarkan jawabannya.
Menunjukkan rasa hormat bukan berarti kita tidak boleh berbeda pendapat. Setiap orang pasti punya ide dan pemikiran sendiri-sendiri yang kita anggap baik menurut kita. Terkadang anak-anak punya ide-ide yang indah, lain waktu mereka punya ide-ide yang tidak begitu baik. Tapi kita harus bijaksana dalam menyikapinya. Anak-anak melihat dunia dengan cara yang berbeda. Mendengarkan ide-ide mereka menciptakan lingkungan belajar yang indah, Anda dapat menjelaskan mengapa ide mereka tidak berhasil, lalu biarkan mereka mencari tahu sendiri (asalkan tidak membahayakan mereka) atau menggunakan ide mereka.
2. Perlakukan setiap orang sebagai individu
Sangat menarik ketika mendengar orang berkata, "Saya memperlakukan semua anak-anak saya sama". Mengapa kita ingin melakukan hal ini kepada setiap anak atau anggota keluarga? Padalah setiap orang itu unik? Mereka memiliki kekuatan mereka sendiri, nilai-nilai, keinginan dan tujuan masing-masing. Setiap orang merasa berbeda, memahami secara berbeda dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Dengan memperlakukan semua orang dengan cara yang sama, kita menyangkal individualitas seseorang.
Ini bukan berarti menyoroti perbedaan tetapi tentang mengagumi mereka, merangkul mereka dan menghargai mereka. Sebagai contoh beberapa orang lebih baik dalam olahraga, orang lain pada seni atau membuat sesuatu. Kita tidak perlu membandingkan satu sama lain seperti mengatakan, "mereka lebih baik daripada Anda dalam olahraga”, tetapi kita perlu mendorong satu sama lain
Seringkali kita terjebak dalam perangkap suka membandingkan satu anak dengan yang lainnya lalu melebih-lebihkannya. Maka anak-anak dapat menggunakan ini untuk membatasi diri. Mereka mungkin mengatakan "oh saya baik di kegiatan ini tapi tidak di kegiatan itu", karena itu mereka merasa tidak perlu untuk mencoba hal-hal lain. Pada akhirnya kita ingin anak-anak kita menjadi seimbang, baik dan mampu mencoba hal baru tanpa takut.
3. Konsisten dengan batas-batas Anda
Batasan-batasan merupakan hal penting dalam hidup kita dan dalam mendisiplinkan anak-anak kita. Ketika kita tidak konsisten dalam memegang batasan-batasan kita dapat membingungkan bagi anak-anak kita karena mereka tidak tahu kapan Anda mungkin akan berubah pikiran.
Apakah itu dengan anak-anak, orang tua, teman, keluarga atau pekerjaan kita harus dapat menegakkan batasan-batasan kita. Sebagai contoh jika Anda telah menetapkan hari khusus atau malam khusus untuk bersama dengan keluarga Anda dan ada seorang teman meminta bantuan atau rekan kerja meminta Anda untuk datang di hari itu, Anda bisa mengatakan tidak. Menepati janji Anda untuk keluarga Anda lebih penting daripada apa pun yang mungkin muncul.
Ketika kita ingin kerja sama dengan anak-anak kita berjalan dengan baik maka kita harus memiliki aturan-aturan dan mematuhi aturan tersebut. Kita perlu berkomunikasi tentang aturan-aturan tersebut dan pastikan bahwa anak-anak mengerti konsekuensi jika melanggar aturan tersebut. Bukan dengan ancaman, tapi menggunakan hukuman yang logis. Ketika berhadapan dengan anak-anak gunakan logika yang berbeda. Anda dapat memberikan hadiah untuk perilaku yang baik.
4. Berkomunikasi
Kapan terakhir kali Anda merasa benar-benar mendengarkan cerita anggota keluarga Anda? Ketika Anda berbagi ide atau cerita apakah orang lain mengajukan pertanyaan atau apakah mereka menunggu sampai jeda dan berbagi ide atau cerita mereka? Sebagian besar dari kita tidak tahu bagaimana cara untuk mendengarkan. Tapi Anda bisa belajar untuk mendengarkan dengan baik.
Jika Anda berbicara dengan seseorang, dengarkan dan pahami dia. Tanyakan kepada mereka pertanyaan. Cari tahu lebih banyak tentang cara mereka berpikir. Anda akan terkejut melihat betapa banyak Anda dapat mempelajari tentang seseorang, yang akan memperkuat ikatan Anda.
Dan ketika Anda yang berbicara perhatikalnlah apa yang Anda bicarakan, apakah Anda berbicara jujur atau hanya berbicara tentang hal-hal indah saja untuk menyenangkan mereka. Berkomunikasi adalah tentang menunjukkan dan berbagi diri Anda secara jujur. Kita dapat memiliki hubungan yang lebih bermakna, lebih dalam ketika kita benar-benar berkomunikasi dengan baik satu dengan lainnya.


Artikel Terkait

4 Tips Penting Dilakukan Untuk Menuju Keluarga Sakinah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Like This