Jumat, 20 Maret 2015

Membentuk Keluarga Sakinah Dengan Menghindari Pertengkaran Yang Berkepanjangan



Pernikahan merupakan sesuatu perkara yang dituntut oleh Al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Hubungan suami isteri merupakan satu rahmat dan tanda kebesaran Allah kepada umatnya. Bagaimanapun dalam menjalani kehidupan berumah tangga sudah tentu tidak dapat dielakkan selisih faham antara suami isteri, kadang pemicu pertengkaran dari pihak isteri kadang dari pihak suami.

Pasangan seharusnya menyadari bahawa pernikahan merupakan satu kerjasama antara dua insane yang berlainan jenis dan mempunyai latar belakang yang berbeda. Karena perbedaan itu, ia mempengaruhi cara berfikir, sikap, nilai dan cita rasa individu dan seterusnya menimbulkan perselisihan faham dan pertengkaran. Perselisihan faham bisa dielakkan sekiranya kedua-dua belah pihak saling menghormati.

Biduk  rumah tangga bisa diibaratkan seperti air lautan ada pasang surutnya. Ada masa air laut bergelora dan ombak akan mengganas menghempas pantai. Begitu juga dalam kehidupan berumah tangga ada masa kita gembira serta bahagia dan kadangkala pula dirasakan rumah tangga begitu membosankan sehingga terjadi pertengkaran.

Walau bagaimanapun baiknya hubungan suami isteri, pasti pernah terjadi pertengkaran kecil atau terbitnya rasa tidak puas hati kerana perkara kecil, hal seperti ini bias terjadi ibarat lidah dan gigi pasti akan tergigit juga.

Namun, yang membimbangkan ialah jika perkara seperti ini tidak dibendung akan mengakibatkan hubungan suami isteri retak dan seterusnya hancur. Seharusnya dalam pertengkaran antara pasangan, jangan ungkit perkara-perkara yang telah berlalu. Hal tersebut hanya akan menimbulkan lagi kemarahan antara pasangan, sebaliknya salah seorang perlu bertindak mendiamkan untuk menghindari keadaan terus panas.

Namun harus diingat bahwa pertengkaran suami isteri tidak boleh di hadapan orang lain termasuk anak-anak kerana ia akan membuat mereka mengikuti perangai yang tidak baik itu. Dalam pernikahan kita terpaksa bekerjasama segalanya dan melalui perbedaan, kita akan tahu kelemahan dan kelebihan suami atau isteri namun harus diingatkan supaya tidak menggunakan bahasa yang kasar.

Walaupun pedih disakiti pasangan namun jangan sesekali mengeluarkan kata-kata yang kotor, mencaci, menghina kepada pasangan sebaliknya berfikirlah secara bijaksana. Hal negatifnya apabila perbedaan tidak dikawal dan masing-masing mau menunjukkan ego sendiri, pertengkaran yang disebabkan perkara kecil atau remeh-temeh bisa berlarut - larut kepada 'perang dingin' atau krisis lebih besar.

Artikel Terkait

Membentuk Keluarga Sakinah Dengan Menghindari Pertengkaran Yang Berkepanjangan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Like This