Minggu, 11 Desember 2016

Cara Pengobatan Kista dan Miom


Penyakit kista dan miom saat ini lebih mudah dideteksi karena tehknologi kedokteran sudah sangat canggih. Salah satunya yang sering digunakan untuk memeriksa kista maupun miom adalah USG.

Menggunakan USG untuk memeriksa kondisi rahim akan menunjukkan keberadaan serta ukuran kista dan miom bahkan dengan hasil yang akhurat. Kemajuan teknologi ini cukup membantu mendeteksi bebagai kelainan di organ reproduksi wanita.

Banyak yang beranggapan bahwa kista dan miom adalah sama, padahal keduanya sangat berbeda, perbedaan yang paling utama antara kista dan miom adalah seperti berikut ini:
• Kista merupakan sejenis tumor jinak yang berisi cairan atau jaringan tubuh seperti tulang lemak, gigi dan rambut, yang terbungkus sebuah jaringan.
• Miom sering disebut sebagai daging tumbuh yang sebetulnya adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak.

Ukuran besar kista dan miom bervariasi, mulai dari beberapa gram hingga dapat mencapai 5 Kg.
Pada wanita yang berusia di atas 30 tahun, kedua penyakit ini rentan menyerang.
Perbedaan Penyakit Kista Dan Miom

Organ yang sangat kompleks salah satunya adalah organ reproduksi wanita. Sering sekali ditemui kelainan di dalam organ dalam tersebut seperti adanya tumor, kista dan miom. Jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di dalam oragan reproduksi wanita saat ini adalah kista dan miom.

Perbedaan kista dan miom serta cara mengobatinya, kista dan miom keduanya sama sama merupakan tumor jinak, bedanya jika kista berisi cairan sementara miom adalah daging yang tumbuh. Bagaimana kista bisa muncul para dokter belum mengetahuinya, meskipun diduga karena faktor adanya zat kimia yang mengandap di dalam tubuh, sementara faktor hormonal dan gaya hidup yang menjadi penyebab munculnya miom.

Dalam khasus yang ringan penyakit kista dan miom tidak disertai dengan keluhan yang berarti, sehingga banyak sekali wanita yang kurang menyadari munculnya kelainan ini. Hal ini yang terkadang membuat penanganna dokter sering terlambat, dikarenakn penyakit ini terlanjur sudah diderita dalam kondisi lanjut.
Di samping itu, dikarenakan kedua ganggguan kelainan kista dan miom memang menunjukkan gejala yang hampir sama banyak wanita tidak mengetahui perbedaan kedua penyakit tersebut. Umumnya diagnose dketahui setelah melalui pemeriksan USG.

Keluhan Sama, Penyebab Penyakit Beda
Penderita kista terkadang tidak merasakan apapun. Namun jika terjadi suatu keluhan, maka keluahan yang dirasakan anatara kista dan miom hampir sama seperti:
• Di perut bagian bawah terasa nyeri.
• Nyeri saat haid.
• Nyeri saat berhubungan seksual.
• Sering buang air.
• Penderita akan merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah, jika kista yang ada di rahim memiliki ukuran yang besar.

Faktor hormonal adalah pemicu dari penyakit miom, stress dan gaya hidup yang kurang sehat. Selama wanita masih dalam kondisi produktif, ukuran miom akan terus bertambah. Jika terjadi kehamilan miom ini akan semakin berkembang. Namun pada saat usia menopause, miom dapat mengecil seiring dengan turunnya kadar hormone estrogen pada wanita.

Penyebab terjadinya kista, para ahli belum mengetahuinya secara pasti. Namun banyak ahli kedokteran menduga, kista dipicu oleh faktor keturunan dan paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Cara pengobatan kista dan miom :
Kista biasanya tumbuh di saluran telur, tuba falopi, vagina hingga vulva dan tumbuh terpisah dari jaringan normal di dalam rahim. Sehingga membuat kista relatif tidak membahayakan dan lebih mudah ditangani.
Ahli kedokteran membagi kista menjadi dua macam, yaitu neoplastik yang umumnya harus diangkat melalui operasi.Dan non-neoplastik yang biasanya akan mengecil sendiri dalam waktu 2 hingga 3 bulan.

Jika miom tumbuh di dinding uterus, maka tidak menimbulkan keluhan yang berarti dan tidak mengganggu kehamilan. Namun apabila di leher uterus miom tumbuh? Maka akan menganggu terjadinya pembuahan yang menyebabkan kemandulan.

Ada tiga cara pengobatan miom, yaitu:
• Untuk mencegah berkembangnya miom, maka pengobatan akan dilakukan dengan terapi hormone.
• Dengan menggunakan metode herbal, dimana penyembuhan akan memerlukan waktu yang lebih lama. Obat obatan herbal yang digunakan berasal dari tumbuh tumbuhan yang sudah diteliti akan khasiatnya dalam mengobati penyakit miom tersebut.
• Operasi pengangkatan miom / miomektomi. Operasi miom pada beberapa khasus bahkan harus disertai dengan pengangkatan rahim, karena miom dianggan sudah sangat mengancam nyawa penderita. Apabila ditemukan adanya kontra indikasi lain pasca operasi, maka diperlukan penyinaran dengan sinar X (radioterapi) untuk menghilangkan fungsi ovarium.

Untuk itu sebaiknya mencegah dan mengetahui sedini mungkin apakah mempunyai gangguan penyakit miom atau kista dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dimana pemeriksaan terhadap organ reproduksi wanita ini memang sangat penting, agar dapat mencegah terjadinya kelainan yang lebih lanjut.

Produk yang dianjurkan :
a. Gluco+2: Mengandung Glutathione untuk menteraturkan kembali siklus hormon dan membuang radikal bebas yang membuat siklus hormon tersebut menjadi kacau.
b. Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Tumor.
c. Biocell: Yaitu HGH sebagai booster yang akan menteraturkan siklus hormon dari pusat pengaturan hormon di otak.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Artikel Terkait

Cara Pengobatan Kista dan Miom
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Like This